TERAS7.COM – Pemanfaatan e-katalog di Kalimantan Selatan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi provinsi lainnya yang ada di Pulau Kalimantan.
Hal diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam memimpin rapat koordinasi tentang Aksi Afirmasi PDN/BBI, di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
Disamping itu, Luhut juga memerintahkan Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan Kepala LKPP, agar memastikan peningkatan belanja melalui e-katalog lokal, dan jumlah pelaku dan produk UKM yang masuk ke e-katalog lokal.

“Saya berharap, Kalsel akan menjadi percontohan pemanfaatan e-katalog di Kalimantan. Kita siap bantu dan saya minta kepala LKPP untuk terus mendampingi Kalsel,” harap Luhut. Sabtu (23/07/2022).
Adapun dalam Rakor ini, Menko Luhut sebelumnya memerintahkan kepada Gubernur Kalsel dan Kepala LKPP menyampaikan tentang perkembangan e-katalog lokal di Kalimantan.
Sementara Mendagri, M. Tito Karnavian menegaskan afirmasi kepada pemerintah daerah untuk menggunakan produk atau jasa dari pelaku UMKM sebesar 40 persen, dari alokasi APBD.
Menyikapi arahan tersebut, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor akan menindaklanjutinya, termasuk akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Kalsel, sehingga tercapai sesuai dengan harapan dari pemerintah pusat.
“Kita akan bekerja keras untuk menyukseskan gerakan BBI, termasuk mengalokasikan 40% APBD untuk belanja produk dari UMKM dalam negeri,” sampainya.
Terakhir, Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menko Luhut dan Mendagri di Kalsel, untuk menggerakkan BBI dan memajukan UMKM.