TERAS7.COM – Momentum buka puasa bersama yang digelar Amanah Group di Jalan Dahlia II No. 29, Kota Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026), tak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan Kalimantan Selatan.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang hadir mewakili Gubernur H. Muhidin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amanah Group terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, peran sektor swasta sangat strategis dalam membuka lapangan kerja serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas undangan dan kebersamaan ini. Semoga Amanah Group semakin maju dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Gubernur Kalsel periode 2005–2015 Rudy Ariffin, Anggota Komisi III DPR RI Endang Agustina, Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR, serta Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menegaskan bahwa momentum Ramadan semestinya menjadi ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Buka puasa bersama bukan sekadar seremonial, tetapi wadah mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial. Kolaborasi seperti ini penting untuk mewujudkan Kalimantan Selatan yang maju dan sejahtera,” tegasnya.
Selain silaturahmi, Amanah Group juga menyalurkan zakat maal, santunan kepada anak panti asuhan, serta paket community development (comdev) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Program tersebut diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi tausiyah oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz, yang menyampaikan pesan tentang keutamaan Lailatul Qadar dan pentingnya memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Momentum kebersamaan itu pun ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib dan Isya berjamaah, menegaskan bahwa nilai spiritual dan kolaborasi sosial dapat berjalan beriringan dalam membangun daerah.