Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Dulu Terserak Kini Menyatu Dalam Komunitas Beladiri Kuntau Pandawa
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Dulu Terserak Kini Menyatu Dalam Komunitas Beladiri Kuntau Pandawa

Rizki Saputera
Rizki Saputera 16 Maret 2019, 22.50
Share
kuntau zaman
Peragaan Kuntau diiringi oleh iringan musik dari alat musim sarunai, babun dan gong
SHARE

TERAS7.COM – Kuntau Banjar sudah menjadi bagian budaya masyarakat Banjar sejak lama dan menjadi warisan orang tua zaman dulu secara turun temurun.

Beladiri khas banua yang pernah digunakan pejuang dalam perang Banjar melawan penjajah Belanda ini dulu sangat populer di seantero Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Akan tetapi semakin zaman berkembang, makin sedikit masyarakat yang mengenalinya, terutama masyarakat perkotaan, hanya masyarakat yang berada di Hulu Sungai, Marabahan dan Martapura Lama yang masih menjaga tradisi ini.

Kepopuleran peragaan beladiri yang dulu sering ditampilkan dalam acara seremoni tradisional masyarakat seperti perkawinan ini kembali diangkat oleh Komunitas Beladiri Kuntau Pandawa asal Banjarbaru.

DCIM2069
Komunitas Beladiri Kuntau Banjar Pandawa bersama Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan dan Presiden MGR Banjarbaru,Fakhrian Hifni.

Komunitas pendekar Kuntau Banjar dari kota Banjarbaru dan sekitarnya yang belum lama berdiri ini melaksanakan Pergelaran Kuntau Banjar di halaman rumah Presiden Komunitas Minggu Raya (MGR) Kota Banjarbaru, Jalan Salak No. 41 Belakang Kolam Renang Idaman Banjarbaru, pada sabtu sore (16/3).

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Dukungan Penuh! Hasnuryadi Janji Perbanyak Sekolah Rakyat di Kalsel

Dalam Pergelaran langka ini ini, tampil belasan pendekar Kuntau Banjar lintas generasi yang memperagakan jurus atau bunga khas Kuntau Banjar diiringi dengan alunan musik unik dari alat musik babun, gong dan sarunai.

Selain peragaan bunga-bunga Kuntau Banjar, juga diadakan penampilan pertarungan beberapa pendekar kuntau Banjar antar perguruan sebagai penutup pergelaran ini.

Madi, salah satu pendekar Kuntau Banjar yang tampil menjelaskan bahwa Komunitas Beladiri Kuntau Pandawa ini terdiri dari pendekar dari puluhan perguruan Kuntau Banjar yang ada di Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

“Saya sendiri berasal dari Perguruan Pancar Harapan. Akar perguruan kami berasal dari Perguruan Hasim Harimau dari Barabai, Hulu Sungai Tengah,” ujar pria yang berdomisili di Perumahan Seribu, Cindai Alus Martapura ini.

Ia menjelaskan karena komunitas ini terdiri dari lintas perguruan kuntau, maka masing-masing memiliki keunikan, peragaan jurus atau bunga dan sistem yang berbeda-beda.

madi
Madi, Pendekar Kuntau Banjar dari Perguruan Pancar Harapan, memainkan alat musik sarunai dalam pergelaran kuntau kali ini

“Walaupun begitu, apapun perguruannya kami semuanya punya akar yang sama. Karena setiap orang yang sudah lulus atau tamat belajar kuntau, maka boleh mengembangkan kuntau sesuai keperluannya, makanya lahir banyak perguruan kuntau yang berbeda,” cerita Madi.

Seperti Perguruan Pancar Harapan, Madi menjelaskan ia menjadi seorang pelatih bagi 36 murid, salah satu tempat latihannya berada di Komplek Citra Keraton, Sungai Sipai, Martapura.

“Dalam perguruan kami ada 9 jurus yang dapat diselesaikan oleh seseorang dalam waktu 6 bulan. Saya sendiri sejak tahun 2000-an sudah belajar kuntau,” kata pria yang menjadi pemain sarunai dalam Pergelaran Kuntau Banjar kali ini.

Madi menceritakan bahwa perguruan kuntau tidak semuanya tertutup, seperti perguruannya yang menerima siapapun yang ingin bergabung, tak perduli umur dan statusnya.

“Tapi dalam perguruan kami memang ada ilmu yang diajarkan tertutup, biasanya mulai jurus ke 8 ke atas. Kami ajarkan secara tertutup karena sudah mulai berbahaya, agar jangan sampai ada yang menyalahgunakannya,” pungkasnya.

Ia menjelaskan salah satu yang ilmunya berbahaya adalah teknik tebasan jarak jauh, selain penggunaan senjata dan ilmu kebal tebasan senjata tajam.

“Teknik tebasan ini dapat membahayakan lawan yang terkena serangannya, hanya bisa diobati dengan bacaan shalawat. Ini salah satu yang tertutup. Juga saat seseorang sampai di jurus ke 8, biasanya orang itu akan menyembelih ayam, ada isi perut tertentu yang harus di telan oleh orang itu. Tujuannya untuk kebal senjata tajam. Sebenarnya ada banyak lagi dan masing-masing perguruan punya keunikan masing-masing,” tutupnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
10 Reviews 10 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Dukungan Penuh! Hasnuryadi Janji Perbanyak Sekolah Rakyat di Kalsel

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Baskoro Komitmen Atasi Masalah BPJS Kesehatan dan Infrastruktur di Sungai Salak Banjarbaru

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?