TERAS7.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru belakangan ini menimbulkan kabut asap tebal, khususnya di wilayah Kecamatan Landasan Ulin yang menjadi pemuncak banyaknya titik api.
Seperti dikisahkan Lia, salah seorang warga Landasan Ulin Timur yang mengaku jika kabut asap tebal karhutla belakangan ini sampai memasuki bagian dalam rumahnya.
Mirisnya lagi, di dalam rumah Lia tersebut terdapat bayinya berusia 6 bulan. Yang mana, bayinya mau tidak mau terpaksa harus menghirup asap karhutla.
“Langsung kehirup anak saya bang asapnya. Bagian dalam rumah hampir tidak keliatan,” ujarnya, pada Jumat (29/09/2023).
Berdasarkan artikel dari Alodokter, kabut asap memiliki beragam bahaya. Mulai dari meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru, menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan, meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, menyebabkan iritasi mata, meningkatkan risiko kanker paru-paru, hingga menimbulkan iritasi dan peradangan kulit.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarbaru saat ini masih belum berani menaikkan status kebencanaan karhutla menjadi darurat.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini, menaikkan status karhutla menjadi darurat tidak semudah yang dibayangkan.
“Status itu tidak semudah yang kawan-kawan bayangkan, ada hal-hal yang perlu kita pelajari betul-betul,” ujar Zaini, ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Banjarbaru.
Karena kata Zaini, karhutla yang terjadi di Banjarbaru saat ini tidak separah saat kejadian serupa pada 2018-2019 lalu.
Terlebih, meski saat ini dikepung karhutla, menurutnya roda perekonomian hingga transportasi di Kota Banjarbaru masih aman.
“Kalau 2018-2019 memang itu luar biasa dampaknya. Sekarang kan ekonomi masih bisa jalan, transportasi bisa jalan dan tidak mengganggu,” ucapnya.
Apalagi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat karhutla di Banjarbaru, menurutnya juga masih sedikit.
“ISPA pun hanya sedikit, ribuan yang dikatakan Dinas Kesehatan itu terjadi keseluruhan dari Januari. Jadi, itu lah yang perlu kawan-kawan mengerti,” tukasnya.