Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Karhutla Banjarbaru Terparah se-Kalsel, Walhi: Pemerintah Lalai, Lambat, Gagap dan Terkesan Menyepelekan Bencana
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Karhutla Banjarbaru Terparah se-Kalsel, Walhi: Pemerintah Lalai, Lambat, Gagap dan Terkesan Menyepelekan Bencana

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 5 Oktober 2023, 16.14
Share
20231001 162211
Lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu. (Foto: Ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yakni Kota Banjarbaru terjadi kian merajalela dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel per 29 September 2023, kasus karhutla tertinggi di Kalsel ditempati oleh Kota Banjarbaru, dengan 442 kejadian yang sudah ditangani.

Dari 442 kejadian karhutla ini, sedikitnya sudah menghanguskan total 1.395,50 hektar lahan yang ada di Kota Banjarbaru, dan menjadi yang terbanyak se-Kalsel.

Lantas, persoalan karhutla di Kota Banjarbaru ini pun turut dikomentari oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono.

Menurut Aktivis yang akrab disapa Cak Kis ini, jika mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2007, pemerintah seharusnya sudah sedia payung sebelum hujan atau memiliki pencegahan sebelum terjadinya bencana, termasuk karhutla.

Baca juga :

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Masuk Kios Warga di Martapura, Seekor Biawak Langsung Diamakan Petugas Damkar

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

“Pencegahan itu seharusnya sudah ada dari awal sebelum terjadi karhutla seperti ini. Padahal ini amanat Undang-Undang, kenapa banyak fokus di tanggap darurat atau saat terjadi bencana. Artinya ada tahapan yang tidak dikerjakan,” ujar Kis.

Seharusnya kata Cak Kis, sebelum terjadinya karhutla dibutuhkan persiapan dari pemerintah, seperti menginventarisir titik rawan kebakaran, dan mengatur pola penanganannya agar tidak “gagap” ketika bencana datang.

“Sebelumnya kan pasti sudah ada prakiraan dari BMKG, bahwa kapan akan terjadi kemarau panjang, maupun El Nino dan sebagainya. Bahkan dampaknya pun juga sudah diketahui, tapi kenapa tidak sejak itu mencegah,” katanya.

Apalagi menurut Cak Kis, bencana karhutla bukan fenomena baru di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru, yang mana selalu terulang tiap terjadi kemarau.

Oleh karena itulah, ia menilai jika pemerintah terkesan seperti menyepelekan dengan terjadinya bencana karhutla yang selalu terulang ketika musim kemarau tersebut.

“Sudah kita ingatkan, kalau musim hujan banjir, kemarau karhutla, tapi selalu terulang. Artinya pemerintah itu lalai, lambat, gagap, dan terkesan menyepelekan terjadinya bencana karhutla. Padahal tanggung jawab negara untuk menjamin keselamatan rakyat” imbuhnya.

Disamping itu, Cak Kis juga mengatakan, dalam hal penagangan karhutla saat ini, Pemerintah Kota Banjarbaru seharusnya bisa memaksimalkan relawan swadaya Badan Pemadam Kebakaran (BPK).

Namun kata Cak Kis, pemerintah harus pula meningkatkan kapasitas dan menyiapkan sarana dan prasarana dari relawan swadaya BPK yang diberdayakan dalam menangani karhutla tersebut.

“Pemerintah bisa minta bantuan kawan-kawan BPK. Tentu dengan peningkatan kapasitas dan menyiapkan serta meningkatkan sarana prasarananya, termasuk cek kesehatannya,” terangnya.

Selain itu menurut Cak Kis, berbicara soal karhutla, pemerintah juga seharusnya menyiapkan fasilitas kesehatan yang lengkap, termasuk puskesmas dan Rumah Sakit untuk masyarakat yang terdampak kesehatannya.

Kemudian, Cak Kis juga meminta agar pihak berwajib tidak pandang bulu dan menenggakkan hukum kepada siapapun yang bersalah dalam kasus karhutla ini, termasuk perusahaan.

“Penegakan hukum juga harus ditegakan terutama terhadap perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu sebelumnya, diketahui jika Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru hingga saat ini masih belum berani menaikkan status kebencanaan karhutla menjadi darurat.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini, menaikkan status karhutla menjadi darurat tidak semudah yang dibayangkan.

“Status itu tidak semudah yang kawan-kawan bayangkan, ada hal-hal yang perlu kita pelajari betul-betul,” tutur Zaini, ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Pasalnya kata Zaini, karhutla tahun ini berbeda dengan kejadian serupa pada tahun 2018-2019 lalu yang sangat luar biasa dampaknya.

Sedangkan saat ini, meski dikepung karhutla, menurutnya roda perekonomian hingga transportasi di Kota Banjarbaru masih aman.

“Kalau 2018-2019 memang itu luar biasa dampaknya. Sekarang kan ekonomi masih bisa jalan, transportasi bisa jalan dan tidak mengganggu,” tukasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Masuk Kios Warga di Martapura, Seekor Biawak Langsung Diamakan Petugas Damkar

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bikin Kaget! Warga Martapura Temukan Ular Sanca di Lemari Piring, Langsung Panggil Damkar

Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA, Dinkes Kalsel Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?