Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ada Alam Yang Harus Dijaga
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ada Alam Yang Harus Dijaga

Opini
Opini 12 Desember 2022, 15.31
Share
Screenshot 2022 1212 152926
Muhammad Noor Fadillah. (Ist)
SHARE

Oleh: Muhammad Noor Fadillah
(Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin)

Screenshot 2022 1212 151515

Bulan Oktober yang lalu saya berkesempatan mengunjungi objek wisata Air Terjun Bajuin yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Itu adalah pertama kalinya saya kesana. Kebetulan waktu itu saya sedang mengikuti sebuah acara yang dalam rangkaian kegiatannya bertempat di Air Terjun Bajuin. Saya dan rombongan menaiki bus dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit dari tempat penginapan kami di sekitaran Balairung Tuntung Pandang, Kota Pelaihari.
Kami pun sampai di lokasi. Namun masih belum mencapai air terjun. Dari tempat parkir, kami harus mendaki beberapa ratus meter lagi karena air terjunnya berada di atas sana. Pengunjung bisa mencapainya dengan berjalan kaki ataupun menaiki ojek yang tersedia di sana.
Saya memutuskan berjalan kaki saja agar bisa lebih menikmati perjalanan ke atas sana. Jalur yang ditempuh terbilang mudah meskipun harus menanjak. Bagi yang tidak terbiasa berjalan jauh mungkin akan kesulitan menaikinya.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya saya sampai di atas. Lumayan ngos-ngosan juga ternyata. Namun rasa capek itu hilang ketika hal pertama yang saya lihat dari ketinggian itu adalah bentang pepohonan dan perbukitan yang begitu indah. Terhampar dengan luasnya sejauh mata memandang. Udara begitu segar ditambah lagi sehabis hujan. Begitupun dengan air terjun yang begitu indah dengan gemericik airnya yang menenangkan. Semua orang yang ada di sana begitu menikmati alam.

Screenshot 2022 1212 151808

Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa kita semua pada dasarnya memang mencintai alam. Buktinya orang-orang rela menempuh jalan yang jauh, bersusah payah mendaki, dan berpeluh keringat hanya untuk bisa melihat keindahan alam. Di media sosial pun begitu banyak bertebaran foto dan video orang-orang yang sedang menikmati alam.
Namun mencintai saja tidak cukup. Jika kita mencintai alam maka sudah seharusnya kita juga menjaganya. Sama halnya ketika kita mencintai seseorang, maka tentu kita akan menjaganya, bukan?. Terlebih lagi di tengah mencuatnya isu pertambangan di Kalimantan yang berpotensi besar merusak lingkungan sekaligus melenyapkan keindahan alam. Di tingkat dunia, isu krisis iklim akibat kerusakan alam juga menjadi perbincangan serius. Hal ini sudah seharusnya membuat kita semakin sadar akan pentingnya menjaga alam tempat kita tinggal.
Menjaga alam bisa dilakukan dengan berbagai cara yang mudah. Kita bisa melakukannya sesederhana tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di tempat wisata alam. Sangat keterlaluan jika setelah menikmati alam kita malah merusaknya dengan membuang sampah sembarangan.
Selain merusak alam, membuang sampah sembarangan juga merusak pemandangan. Apakah kita tidak jengkel jika melihat tempat wisata alam yang kita kunjungi penuh dengan sampah. Dampak buruknya bisa kita rasakan secara langsung, kan?
Himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan ini memang terdengar klise. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang melanggarnya.
Media sosial yang kita punya juga bisa digunakan untuk menyelamatkan alam. Misalnya dengan menyuarakan penolakan terhadap segala aktivitas yang dapat berpotensi merusak lingkungan ataupun mengingatkan pemerintah agar lebih serius mengatasi kerusakan lingkungan. Karena pada level tertentu menjaga lingkungan tidak bisa hanya dilakukan oleh individu. Namun harus melibatkan kekuatan negara.
Rusaknya alam tentu merugikan kita semua. Tak ada lagi kesempatan untuk menikmati alam. Misalnya pantai yang dulunya indah kini menjadi penuh sampah. Siapa yang mau mengunjunginya jika demikian. Belum lagi matinya usaha warga lokal akibat tempat wisata yang jarang dikunjungi hingga potensi munculnya bencana alam.
Oleh karena itu menjaga alam sudah menjadi tanggungjawab bersama. Khususnya anak-anak muda yang suka berwisata alam, yuk saatnya kita berterima kasih kepada alam dengan cara menjaga semampu yang kita bisa.
Kalau anak-anak muda mengatakan ada hati yang harus dijaga, jangan lupa ada alam yang juga harus dijaga. ^_^

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Mapala Piranha ULM Sukses Gelar Biome Trail Run

PGI Kota Banjarmasin Targetkan Juara Umum di Ajang Kejurprov Tanah Laut

Beberapa Anggota DPRD Kalsel Hadiri Puncak Hari Jadi ke-59 Kabupaten Tanah Laut

Daftar KPU, Rahmat Trianto-Zazuli Siap Bawa Perubahan Signifikan di Tanah Laut

Didukung Masyarakat dan Tokoh Agama, Haji Rahmat Trianto Ingin Bersama Membangun Tanah Laut

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?