TERAS7.COM – Meluasnya genangan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar tak hanya berdampak pada aktivitas warga dan sektor ekonomi. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi air bersih apabila debit dan arus sungai terus mengalami peningkatan.
Mengantisipasi hal itu, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) mengambil langkah siaga dengan memperketat pengawasan di titik pengambilan air baku (intake), khususnya di area pelayanan Cabang III.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan kondisi arus sungai yang deras saat banjir menjadi tantangan tersendiri bagi operasional perusahaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan ponton yang berfungsi sebagai penopang mesin penyedot air menuju instalasi pengolahan air (IPA).
Menurutnya, ponton yang bersifat mengapung sangat rentan terdampak arus kuat. Risiko yang dihadapi cukup beragam, mulai dari bergeser terbawa arus, terbalik, hingga terganggu oleh sampah dan ranting yang hanyut.
“Ketika debit air meningkat, tekanan arus bisa memengaruhi posisi ponton. Selain itu, material bawaan banjir seperti sampah juga dapat menyumbat intake,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Di wilayah Cabang III, sejumlah instalasi pengolahan air berada di Kecamatan Sungai Pinang, Simpang Empat, Pengaron, hingga Astambul. Untuk menjaga pelayanan tetap optimal, petugas disiagakan penuh di lapangan selama kondisi banjir berlangsung.
Mahyuni menegaskan, hingga saat ini belum terdapat laporan gangguan distribusi air bersih yang disebabkan oleh banjir. Namun demikian, potensi hambatan tetap diantisipasi, terutama saat dilakukan pembersihan intake dari material yang terbawa arus.
“Kalau pun ada gangguan, biasanya hanya sementara, saat proses pembersihan. Demi keamanan operasional, produksi dan distribusi bisa dihentikan beberapa saat,” jelasnya.
PTAM Intan Banjar memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan guna menjaga pasokan air bersih tetap aman bagi pelanggan di tengah situasi banjir.