TERAS7.COM – Penyaluran bantuan korban banjir di Kabupaten Banjar, hingga saat ini dinilai belum maksimal dan merata, kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar dipertanyakan.
Setelah musibah banjir yang melanda Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar, sampai saat ini bantuan untuk korban banjir terus berdatangan, namun disayangkan penyaluran bantuan dinilai tidak maksimal dan merata.
Hal itu diungkapkan oleh Rusmini anggota DPRD Kabupaten Banjar, dari beberapa laporan yang diterima olehnya penyaluran bantuan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banjar tidak maksimal, sulit dihububungi dan tidak tanggap.
Selain itu menurutnya bantuan banyak tertumpuk pada titik-titik terdekat saja, sedangkan untuk beberapa wilayah yang sulit dijangkau, hingga saat ini masih banyak belum mendapat bantuan, baik logistik, pakaian maupun obat-obatan.
“Banyak dari beberapa tempat pengungsian mengeluhkan minimnya bantuan, tidak merata dan beberapa titik yang sulit terjangkau hingga saat ini belum menerima bantuan,” terangnya kepada teras7.com, pada Jum’at (22/01).

Laporan lain yang ia terima dari pembakal salah satu desa terdampak, bantuan yang disalurkan BPBD lewat Kecamatan, tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari warga.
“Pembakal bilang cuman dapat bantuan yang berisi 2 kaleng sarden, 1 rak telur, mie dan beras. Untuk kebutuhan satu keluarga saja ini tidak cukup,” ucapnya.
Menyikapi kinerja BPBD kabupaten Banjar yang menyalurkan logistik lewat Kecamatan, dianggap tidak efektif, karena terlalu banyak saringan sehingga bantuan tidak merata.
“Untuk logistik yang sudah tersedia banyak, sebaiknya BPBD dan Dinas Sosial secepatnya menyalurkan kepada korban banjir yang belum mendapat bantuan, kita tidak bisa menunnggu berhari-hari karena ini soal perut,” katanya.
Ia mengharapkan adanya sinkronisasi dan koordinasi yang konkrit dikomandoi oleh BPDB, informasi terpusat, sehingga diketahui di titik mana saja bantuan yang belum dan sudah disalurkan.
“Pada situasi sekarang ini BPBD dituntut cepat dan tanggap. Karena keputusan yang salah dalam membagikan logistik, mengakibatkaan bantuan tidak merata hingga ke pelosok,” tegasnya.
Di tempat terpisah Ketua komunitas 1000 guru Kalimantan Selatan, Miftah Akbar mengatakan, berdasarkan kegiatan penyaluran bantuan yang telah dijalankan, memang hingga saat ini masih belum merata ke semua korban banjir.
“Sebagian besar bantuan hanya terpusat di daerah kota, sebenarnya berdasarkan pantauan kita, supply bantuan hingga kini sudah banyak dari berbagai sumber, tapi mungkin proses distribusi saja yang kurang maksimal. Kalau di daerah pelosok sebagian memang sudah disalurkan namun, masih kurang,” ujarnya Nanang panggilan akrabnya, Sabtu (23/01).
Menurutnya tidak lain dan tidak bukan permasalahan tersebut dikarenakan tidak terpusatnya informasi, sehingga pihaknya pun membagikan bantuan hanya Berdasarkan informasi dari orang sekitar.
“Kami saja menyalurkan bantuan dan itu Berdasarkan informasi dari orang-orang yang ada disekitar, Ada kenalan atau saudara yang berkabar bahwa mereka belum mendapat bantuan. Intinya Ini masalah koordinasi dan data,” pungkasnya.

