TERAS7.COM – Kabupaten Banjar pada 14 Agustus 2021 yang lalu genap berumur 71 tahun, bersamaan dengan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan.
Kabupaten Banjar sendiri awalnya adalah bagian dari Provinsi Borneo yang dibentuk pada 18 Agustus 1950 dengan Gubernur Pangeran Muhammad Noor.
Setelah penyerahan Provinsi Borneo ke Belanda dalam perjanjian Linggarjati pada 25 Maret 1947, Provinsi Borneo dipecah menjadi 5 satuan kenegaraan, salah satunya adalah Daerah Banjar.
Daerah Banjar kemudian terbagi atas beberapa satuan yang lebih kecil, diantaranya adalah Afdeeling Martapura yang merupakan asal mula Kabupaten Banjar.
Wilayah Afdeeling Martapura meliputi 3 onderafdeeling yakni Martapura, Pengaron dan Tanah Laut.
Setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia pada 27 Desember 1949, Daerah Banjar yang berdiri pada 14 Januari 1948 sebagai satuan kenegaraan dalam Republik Indonesia Serikat (RIS) kemudian bergabung kembali ke Republik Indonesia pada 4 April 1950 menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan yang berdiri pada 14 Agustus 1950.
Pada 27 Desember 1949 pula, Afdeeling Martapura ditetapkan daerah Otonomi Kabupaten Banjarmasin yang wilayahnya meliputi 4 Kawedanan, di masa sekarang meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut.
Kemudian DPRDS pada tanggal 27 Februari 1952, mengusulkan perubahan nama Kabupaten Banjarmasin menjadi Kabupaten Banjar yang disetujui dengan Undang-undang Darurat 1953 dan kemudian dikukuhkan dengan Undang-undang No. 27 Tahun 1959.
Kini salah satu Kabupaten tertua di Kalimantan Selatan ini pada umur ke 71 resmi dipimpin oleh pasangan Bupati-Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur-Said Idrus yang menjabat sejak akhir Februari 2021 yang lalu.
Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banjar dengan agenda peringatan hari jadi Kabupaten Banjar ke 71 tahun 2021 yang dipimpin DPRD Kabupaten Banjar M. Rofiqi beberapa waktu yang, Bupati Banjar Saidi Mansyur menyampaikan agenda besar dalam masa pemerintahannya untuk beberapa tahun ke depan.

“Tahun 2021 merupakan tahun transisi antara periode kepemimpinan terdahulu dengan kepemimpinan periode sekarang, kurun waktu 5 tahun yang lalu sudah cukup banyak pembangunan yg dilakukan oleh Bupati terdahulu, tetapi beberapa persoalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama, untuk itu masih diperlukan kerja keras dan kerja bersama dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan di Kabupaten Banjar ini,” katanya.
Tahun ini Kabupaten Banjar lanjut Saidi Mansyur masih berada di tengah-tengah musibah wabah virus covid-19, karena itu jua mengajak masyakat tetap berharap dan bertawakal kepada Allah SWT, agar bencana ini cepat berlalu.
Untuk kurun waktu 5 tahun kedepan, Saidi Mansyur mengungkapkan visi dan misi sebagai target utama pencapaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perangkat daerah secara holistik dan terintegrasi.

“Yaitu “Terwujudnya Kabupaten Banjar yang Maju ,Mandiri, dan Agamis” yang dijabarkan dalam 5 (lima) misi pembangunan, yaitu Peningkatan kualitas hidup dan kualitas sumber daya manusia; Peningkatan ekonomi yang berkualitas berbasis kerakyatan dan pemerataan pembangunan daerah yang berkeadilan,” terangnya.
Kemudian adalah pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, Penyelenggaraan pemerintahan yang amanah, baik, bersih dan efektif; Penguatan karakter masyarakat yang religius, berakhlak baik dan berkepribadian luhur, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan demokratis.
“Untuk mewujudkan visi-misi tersebut maka dilaksanakan beberapa program aksi yg akan dimulai pada Perubahan APBD Tahun 2021 ini, di antara program aksi tersebut antara lain Penguatan usaha permodalan dan pinjaman dengan bunga 0 persen, Bantuan prasarana dan sarana usaha peternakan berupa perencanaan pembangunan pasar hewan, dan Pembangunan Plaza Pelayanan Publik di Kecamatan Simpang Empat,” jelas Saidi.
Di usianya ke-71 tahun ini, Kabupaten Banjar ujar Politisi Nasdem ini telah merencanakan pembangunan berkelanjutan, yakni pembenahan dan percepatan pembangunan fisik, beberapa diantaranya kini sudah sedang dan akan dalam tahap pengerjaan.
“Diantaranya yaitu Pembangunan akses jalan poros Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut, Pemeliharaan berkala ruas jalan Menteri 4 Kecamatan Martapura, Handil Asang – Handil Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar. Kemudian peningkatan struktur ruas jalan Cabi – Bumi Rata Kecamatan Simpang Empat, Tungkap – Limau Marat Kecamatan Simpang Empat, Handil Kelua – Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar. Juga pelebaran jalan Simpang 4 Mandiangin Kecamatan Karang Intan,” jabarnya.
Pihaknya lanjut Saidi juga memprogramkan rekonstruksi jembatan Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur, dan melaksanakan pembangunan jembatan Handil Baru Kecamatan Aluh-Aluh, serta melakukan rehabilitasi jembatan ulin menjadi permanen di Sungai Jaring Desa Sungai Raya dan Desa Sungai Langsat Kecamatan Simpang Empat, Desa Ati’im, Desa Mangkauk, dan Desa Lobang Baru Kecamatan Pengaron, Desa Baru Kecamatan Mataraman dan Desa Kuin Besar Kecamatan Aluh-Aluh.
Perbaikan jembatan juga dilakukan di Desa Melayu dan Desa Melayu Ilir Kecamatan Martapura Timur, Desa Pasar Baru Kecamatan Sambung Makmur dan Jembatan Gantung Desa Mandikapau Timur Kecamatan Karang Intan.
“Kemudian juga dilakukan pembangunan saluran drainase sepanjang 2000 meter dan saat ini kondisi jalan kabupaten dengan kondisi mantap sampai dengan tahun 2020 sebesar 74,40 persen,” tambahnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Saidi Mansyur juga mengungkapkan program dalam bidang kesehatan yang meliputi relokasi puskesmas sambung makmur di Kecamatan Sambung Makmur, pembangunan rumah dinas puskesmas Sungai Pinang, pembangunan instalasi pengolah air limbah (IPAL) pada 5 puskesmas, yaitu puskesmas Beruntung Baru, puskesmas Sungai Tabuk, puskesmas Martapura Timur, puskesmas Sungai Pinang dan puskesmas Simpang Empat.
“Dalam rangka menjaga ketersediaan pangan, juga akan dilakukan pembangunan lumbung pangan masyarakat di Desa Terapu dan Desa Danau Salak. Pada urusan pendidikan antara lain, dilakukan pembangunan gedung sekolah SDN Sungai Lulut 3, pembangunan ruang kelas baru pada 10 sekolah, diantaranya SMPN 2 Martapura, SMPN 4 Sungai Tabuk, SDN Gudang Hirang 4, SDN Panyiuran, SDN Sungkai Baru, selain itu juga diadakan rehabilitasi berat dan ringan PAUD, SD dan SMP sebanyak 50 sekolah, pembangunan sarana prasarana utilitas sebanyak 20 sekolah,” bebernya.
Saidi Mansyur juga pihaknya akan kembali melaksanakan program penghapusan jamban apung yang pada tahun 2021 program ini direncanakan mencapai target sebanyak 1000 buah, disertai dengan peningkatan kualitas sanitasi masyarakat yang berkolaborasi dengan dana DAK dan dana desa.
“Selain itu akan dilaksanakan penataan kawasan kumuh di kawasan air santri dan penataan kawasan wisata religius Sekumpul Martapura. Pada tahun 2021 ini juga akan dilaksanakan penyediaan air siap minum di Masjid Agung Al Karomah Martapura dan sebagai lanjutan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik akan dilakukan penambahan fasilitas pengunjung pada Mall Pelayanan Publik,” urainya.
Secara makro indikator perekonomian Kabupaten Banjar mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2016 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar sebesar 4,7% dan mengalami penurunan di tahun berikutnya yaitu 4,66%. namun pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 5,01% dan pada tahun 2019 kembali mengalami penurunan menjadi 4,52%.
“Memang selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar mengalami perlambatan sehingga bertumbuh negatif yaitu di angka -1,96%, namun hal ini lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -2,07%. Pada tahun 2021, perekonomian di Kabupaten Banjar diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun 2020 dengan adanya program vaksinasi covid-19 dan mendorong kinerja konsumsi, investasi dan ekspor,” ungkap Saidi.
Selain itu pada tahun 2020 persentase penduduk miskin Kabupaten Banjar sebesar 2,55%, dimana angka persentase penduduk miskin ini merupakan angka yang paling rendah di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Secara umum Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Tahun 2018, angka IPM Kabupaten Banjar sebesar 68,32 dan mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan sebesar 0,62 point menjadi 68,94 pada tahun 2019. Selanjutnya pada tahun 2020, IPM Kabupaten Banjar kembali meningkat menjadi 69,18. Secara peringkat Kabupaten Banjar terus mengalami kenaikan peringkat setiap tahunnya, tahun 2018 peringkat Kabupaten Banjar berada pada peringkat 9 dan saat ini, peringkat IPM Kabupaten Banjar meningkat menjadi 7 dari sebelumnya tahun 2019 berada pada peringkat 8, diharapkan beberapa tahun ke depan, IPM Kabupaten Banjar dapat menyamai IPM Provinsi Kalimantan Selatan,” sebut Saidi.