Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Berumur Lebih Dari 110 Tahun, Nenek Jariah Tunaikan Puasa Ramadhan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Berumur Lebih Dari 110 Tahun, Nenek Jariah Tunaikan Puasa Ramadhan

Rizki Saputera
Rizki Saputera 9 Juni 2019, 15.42
Share
DCIM0589
SHARE

TERAS7.COM – Dapat berumur panjang lebih dari 100 tahun merupakan anugerah yang sangat jarang didapatkan oleh manusia di masa sekarang.

Sebagian besar manusia berumur panjang hanya ditemukan di negara maju seperti Jepang yang memiliki kualitas dan harapan hidup tinggi, sedangkan di negara berkembang seperti di Indonesia hal ini cukup langka.

Kebanyakan orang-orang yang telah mencapai umur hampir 100 tahun pun sudah kehilangan stamina serta penurunan fungsi panca indra dan daya ingatnya.

Tapi tidak demikian dengan Nenek Jariah yang berumur lebih dari 110 tahun, warga Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat saat ditemui awak media dikediamannya pada minggu (9/6).

DCIM0587
Nenek Jariah, warga Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat menurut keluarganya telah berumur lebih dari 110 tahun

Nenek Jariah masih dengan fasih berbicara dan mendengarkan lawan bicaranya, walaupun ia mengatakan tidak terlalu ingat beberapa hal seperti tahun lahirnya.

Baca juga :

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

“Saya sehat-sehat saja. Pendengaran dan pengelihatan masih bagus. Kemarin sempat sakit dan tidak makan nasi selama 3 bulan. Tinggal saya sendiri yang masih hidup, kakak saya semuanya sudah meninggal,” kata Nenek yang merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara ini.

Bahkan ia berkisah beberapa tahun yang lalu masih bekerja di sawah miliknya yang berada di seberang sungai dari rumahnya.

DCIM0593
Nenek Jariah masih fasih berbicara dan mendengarka lawan bicaranya, termasuk pada awak media yang mewawancarainya.

“Baru kurang lebih 3 tahun ini hanya di rumah. Sebelumnya saya mampu pergi kerja ke sawah. Saya masih mampu ke dapur sendiri,” ungkap Nini Jariah.

Ia menambahkan pada bulan ramadhan beberapa waktu yang lalu ia berhasil menunaikan kewajibannya berpuasa.

“Alhamdulillah saya bisa menunaikan puasa sebulan. Sahur dan buka makan nasi seperti biasa dengan lauk ikan sungai. Tapi hanya mampu habis setengah wancuh saja (sendok nasi – red),” terangnya.

Saat ditanyakan mengenai rahasia umur panjangnya, Nini Jariah mengatakan tidak ada yang istimewa yang ia lakukan.

“Saya makan dengan makanan seperti orang biasanya. Tak ada pantangan, daging pun saya makan. Tapi saya tak minum air es karena perut tak mau menerima. Juga tak ada amalan tertentu, hanya banyak baca shalawat dan surah Al-fatihah empat,” ceritanya.

DCIM0598
Julak Ali, anak sulung Nenek Jariah ini pun masih sanggup bekerja di sawah walaupun usainya sekarang lebih dari 70 tahun

Julak Ali, anak pertama Nenek Jariah yang juga berumur panjang, kurang lebih dari 70 tahun menceritakan ibunya sempat sakit beberapa bulan yang lalu.

“Ibu saya sempat sakit. 3 bulan tidak bisa makan normal. Saat diperiksa ke Rumah Sakit pun dokter yang periksa bingung. Kondisi ibu saya sehat aja, cuma lelah karena tua saja,” kisah pria yang juga masih sanggup bekerja di sawah ini.

Ia juga membenarkan bahwa ibunya beberapa tahun sebelumnya masih mampu bekerja di sawah milik keluarga yang ada di seberang sungai Martapura.

DCIM0611
Kediaman Nenek Jariah berada di pinggir Jalan Martapura Lama di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat

“Ibu saya beberapa tahun yang lalu masih sanggup ke sawah. Bahkan mendayung perahu untuk menyeberang sungai Martapura. Mulai kurang lebih 3 tahun yang lalu beliau tidak bisa bekerja seperti biasa lagi. Sekarang beliau tinggal di rumah adik saya, kadang beliau duduk-duduk di teras rumah,” terang Julak Ali.

Julak Ali mengatakan ia juga lupa kapan tahun tahun lahir ibunya, bahkan dirinya sendiri.

“Yang pasti ibu saya ini istri veteran perang kenerdekaan. Yang saya ingat ibu saya menyaksikan kedatangan Presiden Sukarno ke kampung kami. Saat itu rumah kami masih di seberang sungai dan rumah masih jarang disini. Ibu saya tak pernah pergi jauh dari kampung. Juga yang saya ingat ialah saya menikah tahun 1969 dan lahir anak pertama saya tahun 1971,” ungkap pria yang merupakan anak sulung dari 8 bersaudara ini.

Umur ibunya yang melebihi 100 tahun dan masih bisa dikatakan sehat ini ujarnya sempat menarik kelompok yang mengadakan penelitian di rumah Banjar yang ada di Teluk Selong.

“Ibu saya sempat dibawa ke rumah Banjar yang ada di Teluk Selong untuk di foto dan hasilnya dikirimkan ke Jakarta. Bahkan mendapat beberapa hadiah,” ucapnya.

DCIM0610
Wahdah (48) cucu pertama Nenek Jariah ini mengatakan nenek beliau ini memiliki 8 orang anak, 25 cucu dan 8 buyut

Wahdah (48), anak pertama dari Julak Ali menambahkan bahwa sekarang Nenek Jariah memiliki anak cucu yang cukup banyak.

“Yang saya tahu Nenek saya ini sekarang memiliki 8 anak yang masih hidup semua, 25 orang cucu termasuk saya dan 8 orang buyut. Sampai tahun 2016 yang lalu beliau masih sanggup bekerja di sawah, baru 3 tahun belakangan harus istirahat di rumah,” jelasnya.

Ia sendiri sampai sekarang masih mengkhawatirkan kondisi neneknya tersebut, apalagi saat sempat mengalami sakit beberapa bulan yang lalu.

“Saya sempat khawatir, karena kami sekeluarga jarang ada di rumah karena harus bekerja di sawah. Alhamdulillah sekarang ada cucu dan buyut beliau yang bisa menjaga beliau di rumah,” kata Wahdah.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
7 Reviews 7 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketua DPRD Banjar Hadiri Upacara Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?