TERAS7.COM – Event Biome Trail Run yang digelar Mapala Piranha Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan sekaligus media promosi wisata di Kabupaten Tanah Laut.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanah Laut, Rudi Imtihansyah. Ia menyebut kegiatan ini menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan dengan konsep lintasan yang menggabungkan kawasan pantai dan pegunungan.
Menurutnya, selain mendorong minat olahraga, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menampilkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.
“Ini trail run pertama di Tanah Laut. Selain mendorong olahraga, juga memperkenalkan potensi wisata kita,” katanya.
Ia pun berharap ke depan kegiatan serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar dan mampu menarik peserta dari tingkat nasional.
“Semoga event serupa selanjutnya skala pesertanya bisa ke level Nasional,” harapnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam kegiatan ini. Salah satunya Iren, peserta asal Kalimantan Timur, yang mengaku tertantang mengikuti kategori lari 25 kilometer.
Ia mengaku sebelumnya hanya mengikuti lomba lari jarak pendek, yakni sekitar 7 hingga 8 kilometer.
“Saya penasaran dan ingin mencoba kemampuan, karena biasanya hanya ikut jarak 7 sampai 8 kilometer,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Dekan FPIK ULM, Untung Bijaksana. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga membawa pesan penting terkait pelestarian lingkungan.
“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga mengingatkan kita pentingnya menjaga lingkungan, terutama mengurangi sampah plastik yang dampaknya jangka panjang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, mengingat plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai di alam.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Biome Trail Run, Rizky Ardiana, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini diambil dari variasi ekosistem yang dilalui peserta selama perlombaan.
“Lintasan yang kami siapkan meliputi dua ekosistem, pegunungan dan pantai. Itu yang menjadi dasar penggunaan istilah biome dalam kegiatan ini,” bebernya.
Ia menambahkan, terdapat beberapa kategori yang dipertandingkan, yakni 25 kilometer untuk umum putra dan putri, kategori pecinta alam, serta kategori 7 kilometer.
“Pesertanya sekitar 194 orang, termasuk dari luar daerah seperti Balikpapan dan Malang,” jelasnya.
Selain menyiapkan piala, piagam, dan uang pembinaan, panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi peserta.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi anggota Mapala Piranha dalam meningkatkan keterampilan di bidang kegiatan alam terbuka.
“Tujuan kami bukan hanya event, tapi juga menambah pengalaman dan keterampilan anggota di lapangan, sekaligus memperluas relasi,” tuturnya.
Tradisi Lomba Alam Terbuka Mapala Piranha
Mapala Piranha telah lama dikenal aktif dalam kegiatan olahraga alam terbuka, khususnya lomba lari lintas alam sejak era 1980-an.
Sebelumnya, mereka rutin menggelar lomba lintas gunung, rawa, dan pantai setiap lima tahun sekali dengan format tim yang terdiri dari dua hingga tiga orang yang membawa perlengkapan logistik di alam terbuka.
Kegiatan tersebut dikenal dengan nama Piranha Adrenaline Challenge.
Seiring perkembangan zaman, konsep tersebut kemudian disesuaikan menjadi Biome Trail Run dengan format individu, mengikuti tren lomba lari modern yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Selain di bidang olahraga, Mapala Piranha juga aktif dalam berbagai kegiatan lain seperti riset terumbu karang, bakti sosial, hingga aksi penanggulangan bencana alam.