Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: BMKG Memprediksi Kemarau Panjang Tahun Ini, Berikut Tips Menghadapinya
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

BMKG Memprediksi Kemarau Panjang Tahun Ini, Berikut Tips Menghadapinya

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 18 Agustus 2019, 13.25
Share
beautiful cereal crop 313607
Pexels.com
SHARE

TERAS7.COM – Musim kemarau tahun ini sudah berlangsung, BMKG memprediksi kemarau tahun ini kemungkinan besar akan lebih lama dari biasanya, artinya akan memicu kekurangan air atau potensi lainnya. Di sebagian wilayah Indonesia sudah merasakan dampak dari musim kemarau, seperti pada saat dini hari menjelang pagi udara terasa dingin, namun kemudian pada siang hari sampai sore udara begitu panas menyengat.

Membahas musim kemarau kita akan menghubungkannya dengan kondisi kekeringan, kekurangan air, potensi terjadinya kebakaran lahan atau hutan. Seperti keterangan Indra Gustari selaku kepala bidang analisis variabilitas iklim dari BMKG mengatakan bahwa ancaman kekeringan kemarau tahun ini karena curah hujan di sebagian wilayah indonesia lebih rendah dibandingkan biasanya.

Wilayah di Indonesia yang biasanya pada saat musim kemarau mengalami curah hujan yang rendah seperti di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Untuk mengantisipasi dampak dari musim kemarau ini, kita harus bijak menggunakan air. Selain itu juga penting untuk menjaga kesehatan karena kualitas udara akan semakin menurun. Karena meningkatnya suhu udara di saat musim kemarau dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Beberapa penyakit yang biasanya menyerang, seperti diare, infeksi saluran pernapasan atas, dan dehidrasi.

Berikut ini kami akan berbagi tips menghadapi musim kemarau yang bisa Anda coba aplikasikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga :

Gempa Bumi Guncang Pohuwato dan Bayah Hari Ini, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kalimantan Selatan Masih “Panas Manggantang”, Kapan Masuk Musim Hujan?

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Kalsel Terjadi Pertengahan Juni hingga Awal Agustus 2024

Memanfaatkan Panel Surya

alternative energy building clouds 356036
Pexels.com

Jika Anda mampu membeli panel surya, maka belilah. Dengan panel surya, sinar matahari dapat dijadikan energi pengganti listrik. Pada saat musim kemarau aliran sungai menjadi lemah dan berdampak pada listrik yang sering padam. Gunakan listrik secara bijak dan waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran.

Gunakan Masker Penutup Hidung

adult doctor face disguise 2324837
Pexels.com

Pada saat keluar rumah gunakanlah masker penutup hidung karena pada saat musim kemarau udara akan sangat berdebu. Debu dan kotoran bisa menyebabkan batuk atau infeksi saluran pernapasan.

Hindari Kontak Langsung Dengan Sinar Matahari

architecture blank space blue sky 921294
Pexels.com

Pada saat musim kemarau sinar matahari akan sangat begitu menyengat pada saat menyentuh kulit. Jika terlalu sering terkena paparan sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit kering, cepat menghitam dan kangker. Sebaiknya gunakan lotion kulit jika akan keluar rumah.

Bersihkan Rumah Secara Rutin

chores cleaning contemporary 1321730
Pexels.com

Kuraslah bak mandi dan rapikan rumah, jangan sampai rumah menjadi sarang nyamuk atau serangga yang bisa menyebabkan penyakit. Selain itu membersihkan perabotan dan lantai pada musim kemarau harus lebih sering dilakukan karena debu dan kotoran akan lebih banyak menempel.

Gunakan Air Dengan Bijak

hd wallpaper macro splash 67843 1
Pexels.com

Seperti yang sudah dipaparkan di awal artikel, pada saat musim jarang ada hujan, kalaupun ada curah hujannya sangat kecil sekali. Artinya ketersediaan air bisa sangat berkurang, bahkan sungai yang biasanya meluap saat kemarau akan kering kerontang. Agar tidak kekurangan air, gunakanlah air seperlunya. Misalnya tampung air sisa wudhu atau cucian untuk menyiram tanaman.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
3 Reviews 3 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34

You Might Also Like

Gempa Bumi Guncang Pohuwato dan Bayah Hari Ini, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kalimantan Selatan Masih “Panas Manggantang”, Kapan Masuk Musim Hujan?

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Kalsel Terjadi Pertengahan Juni hingga Awal Agustus 2024

Posisi Hilal 1 Syawal 1445 H di Makassar dan Balikpapan Sudah Melebihi Ketinggian 3 Derajat

Cuaca Esktrem Berpotensi Terjadi Hingga Lebaran 2024, Pemudik Diimbau Pantau Informasi Cuaca Sebelum Mudik

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?