TERAS7.COM – Kehadiran Bus Rapit Transit (BRT) sempat menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Banjarmasin dan Banjarbaru akan kembali menghadirkan terobosan baru berupa aplikasi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat pada akhir tahun 2019 nanti.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie saat ditemui awak media di Kantor Dishub Banjarbaru pada Jumat (11/7).
“Tujuan utamanya supaya masyarakat tahu jadwal keberangkatan BRT melalui fitur yang ada dalam aplikasi itu. Selain itu banyak lagi fitur yang bisa dinikmati masyarakat, seperti pemesanan tiket BRT non tunai, agar para pengguna BRT tidak dibuat repot saat melakukan pembelian tiket duduk BRT. Kemudahan inilah yang dinamakan Smart City,” jelasnya.
Mengenai aplikasi tersebut, Kadishub Banjarbaru ini mengungkapkan pengadaan aplikasi itu akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan itu memakai jasa pihak ketiga.

“Kita lihat saja nanti. Kalau pakai pihak ketiga sepertinya kami nanti akan sulit melakukan pemantauan,” imbuhnya.
Saat ini kendala yang dihadapi masyarakat Banjarbaru terkait penggunaan BRT ialah jadwal BRT yang melintas, dimana masyarakat yang sudah menunggu berlama-lama di suatu halte, ternyata BRT sudah lama melintasi halte tersebut.
“Dengan Aplikasi itu masyarakat dapat mengetahui posisi BRT. Apakah masih berada di terminal Banjarbaru atau sedang di jalan. Jadi masyarakat tidak terlambat atau terburu-buru menunggu BRT yang melintas di halte terdekat,” paparnya.
Tidak hanya sampai disana, Jalur yang akan dilalui BRT Kota Metropolitan Banjar Bakula tersebut direncanakan akan ditambah, diantaranya Kota Martapura, Pelaihari dan Kabupaten Barito Kuala.