TERAS7.COM – Pemerintah Desa Maburai sukses mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui program ketahanan pangan berkelanjutan.
Langkah strategis ini direalisasikan lewat budidaya cabai tiung varietas Ori 212 dan Kaliber di atas lahan seluas 1 hektare, hasil kolaborasi antara mitra kerja PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati (SIS), bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
Hingga November 2026, program Bina Desa di wilayah lingkar tambang atau ring 1 ini mencatat performa positif dengan berhasil memanen cabai sebanyak 30 kali dan menghasilkan total produksi mencapai 1 ton 3 kuintal.
Keberhasilan ini dinilai menjadi instrumen efektif untuk mengantisipasi kestabilan ekonomi warga dalam menyongsong era pasca-tambang.
Kepala Desa Maburai, Edy Rahmanto,menegaskan bahwa seluruh perputaran ekonomi dari hasil hortikultura tersebut berdampak langsung pada penguatan kas desa.
Pemerintah Desa Maburai mengintegrasikan infrastruktur embung desa sebagai penyuplai sumber air utama guna memastikan produktivitas lahan pertanian tetap terjaga sepanjang musim.
Keuntungan penjualan dibagi secara proporsional kepada para petani, pemilik lahan, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Bersama Maburai.
“Jadi apa yang dilakukan SIS – YABN ini bisa mendongkrak PADes Maburai dan kembali untuk pembangunan desa. Dana tersebut kemudian dikembalikan lagi ke masyarakat untuk modal pengembangan usaha,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Edy berkeyakinan besar terhadap masa depan desanya. Awalnya banyak yang ragu tanah di sini bisa subur untuk cabai bernilai tinggi.
“Tapi sekarang, kas desa kami terisi setiap dengan adanya budidaya cabai tersebut, meski belum maksimal. Budidaya cabai ini merupakan salah satu warisan kemandirian berkelanjutan dari Adaro Indonesia bersama kontraktor tambangnya,” tegas Edy dengan penuh semangat.
Edy menegaskan, seluruh perputaran ekonomi dari hasil hortikultura tersebut berdampak langsung pada penguatan kas desa.
“Keuntungan penjualan dibagi secara proporsional kepada para petani, pemilik lahan, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Bersama Maburai,” bebernya.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Maburai Sejahtera, Solihin, mengungkapkan bahwa proyek agribisnis ini diawali dari pembukaan lahan yang didanai PT SIS pada Juli 2024.
Tahapan penanaman bibit terus berlanjut secara intensif sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Saat ini, kelompok tani yang beranggotakan 14 orang tersebut tengah melakukan penyemaian bibit baru untuk rencana perluasan lahan tanam.
Dalam pelaksanaannya, para petani mendapatkan pendampingan hulu-hilir, mulai dari bantuan sarana produksi (saprodi) seperti bibit unggul, pupuk, dan media tanam, hingga pelatihan teknis manajemen hama.
“Warga juga mendapatkan pendampingan akses jaringan distribusi pemasaran untuk menjamin stabilitas harga jual di pasar.
Sinergi hulu-hilir ini kian optimal dengan keterlibatan aktif jajaran aparatur desa,” pungkas Solihin.
Solihin berterima kasih kepada PT Adaro Indonesia, SIS dan YABN karena bantuan yang pihaknya dapatkan sangat bermanfaat.
” Bagi kami para petani, bantuan tersebut sangat bermanfaat karena kami bisa bertani dengan lebih dan hasilnya juga lebih terjamin. Semoga perusahaan makin maju dan bantuan serta dukungan ini terus berlanjut,” pungkasnya.