TERAS7.COM – Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, suasana beberapa desa di Tapin mulai terasa berbeda. Warga berkumpul, panitia sibuk mempersiapkan lokasi penyembelihan, dan di beberapa titik, terlihat sapi-sapi kurban yang siap didistribusikan.
Di balik antusiasme itu, ada peran PT Bhumi Rantau Energi (BRE), anak perusahaan Hasnur Group dan Padang Karunia Group ini kembali menyalurkan 29 ekor sapi kurban ke 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Penyaluran dilakukan pada Kamis (5/6/2025), melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang rutin dilaksanakan setiap Idul Adha.
Yang menarik, semua sapi tersebut berasal dari peternak lokal binaan CSR PT BRE, yang selama ini dibina di Desa Sabah, Binderang, dan Kelurahan Bitahan Baru.
“Ini bukan sekadar pembagian kurban, tapi bagian dari pemberdayaan masyarakat. Peternaknya kami bina, lalu hasil ternaknya dibeli kembali untuk dibagikan ke warga,” jelas Joko Bagiono, Corporate Affair Manager PT BRE.
Dampak Ganda: Ibadah dan Ekonomi
Lewat program ini, PT BRE ingin menyampaikan pesan bahwa kurban bisa memberi manfaat ganda. Tidak hanya memenuhi kebutuhan warga saat Idul Adha, tapi juga menggerakkan ekonomi desa dari sisi peternakan.
“Kami ingin program CSR ini berjalan dari hulu ke hilir. Masyarakat terlibat dari awal proses hingga distribusi,” lanjut Joko.
Distribusi sapi dilakukan di 27 titik, termasuk ke beberapa lembaga seperti Kodim 1010 Tapin.
Komandan Kodim, Letkol Inf Dimas Yamma Putra, mengapresiasi langkah tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih. Daging kurban akan dibagikan ke anggota dan warga sekitar Kodim,” ucapnya.
Warga Merasa Terbantu
Di Desa Ayunan Papan, warga menyambut baik bantuan kurban ini. Kepala Desa Sarjaya menyebut program ini sangat dinantikan setiap tahun.
“Dengan bantuan ini, warga kami juga bisa makan daging kurban. Jadi bantuan sapi ini sangat berarti. Kami harap jumlahnya bisa terus bertambah ke depan,” katanya.
Komitmen Tahunan yang Konsisten
Melalui program ini, PT BRE tak hanya ingin berbagi saat hari besar keagamaan, tapi juga mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap program ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat nyata untuk masyarakat,” tutup Joko.
Dengan pendekatan yang berkelanjutan, PT BRE menunjukkan bahwa kegiatan kurban bisa jadi lebih dari sekadar seremoni tahunan — tapi juga jalan untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkuat hubungan sosial.