TERAS7.COM – Pembinaan UMKM tak selalu harus menunggu pelaku usaha datang ke kantor pemerintah. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar memilih turun langsung menemui pelaku usaha di tingkat kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan DKUMPP Banjar melalui kegiatan Pembinaan dan Pendampingan bersama Kelompok Inklusif UMKM Kecamatan Astambul, Senin (07/09/2026).
Kegiatan itu diikuti 25 pelaku usaha mikro yang tergabung dalam kelompok tersebut. Pertemuan menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan berbagai program sekaligus mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi pelaku UMKM.
Kepala DKUMPP Banjar, Akhmad Bayhaqie, mengatakan pendampingan secara langsung diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi usaha yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan berbagai program yang disiapkan dapat dimanfaatkan.
“DKUMPP Banjar melalui Bidang Usaha Mikro senantiasa melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Inklusif UMKM yang sudah dibentuk di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini berfungsi untuk menyampaikan program pemerintah yang bertujuan untuk memfasilitasi usaha mereka. Selain itu, kami juga dapat mendengar serta menghimpun aspirasi UMKM dengan terjun langsung ke lapangan tersebut,” ungkap Bayhaqie.
Menurutnya, keberadaan kelompok inklusif UMKM di setiap kecamatan menjadi salah satu wadah untuk mendekatkan program pemerintah dengan pelaku usaha di daerah.
Melalui pertemuan langsung, pelaku UMKM tidak hanya menerima informasi mengenai program dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, DKUMPP Banjar turut menghadirkan narasumber dari sejumlah lembaga untuk memberikan informasi yang dapat mendukung keberlangsungan usaha.
Perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Deni Gumilang, menyampaikan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, termasuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kebutuhan permodalan.
Sementara itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Ely Ratna Wiyatiningsih, memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan bagi pelaku usaha melalui program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian.
DKUMPP Banjar juga memperkenalkan platform SAPA UMKM yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memvalidasi data sekaligus mendaftarkan usaha secara mandiri.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, mengatakan data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan yang berkaitan dengan UMKM.
Dengan pola pembinaan yang dilakukan langsung hingga tingkat kecamatan, DKUMPP Banjar berharap kebutuhan pelaku usaha dapat lebih mudah dihimpun dan ditindaklanjuti melalui program yang tersedia.