TERAS7.COM – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak seharusnya hanya dijalankan ketika ada penilaian atau untuk mengejar predikat juara. Lebih dari itu, PHBS perlu menjadi kebiasaan yang terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut ditekankan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, saat penilaian Desa/Kelurahan Ber-PHBS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Desa Sungai Loban, Kecamatan Sungai Loban, Senin (07/09/2026).
Andi Irmayani mengatakan, hasil penilaian bukan menjadi tujuan akhir dari penerapan PHBS. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat tetap dijalankan masyarakat setelah kegiatan penilaian selesai.
“Yang paling penting adalah bagaimana hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat, dimulai dari keluarga, lingkungan rumah, hingga desa,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kader, tim pembina PHBS, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat Sungai Loban yang telah mempersiapkan diri menghadapi penilaian tingkat provinsi.
Namun, ia berharap berbagai persiapan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penilaian. Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus terus dipertahankan sehingga memberikan manfaat nyata terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Semoga apa yang telah dilakukan tidak berhenti pada saat penilaian saja, tetapi terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi kesehatan serta kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Andi Irmayani juga membuka ruang bagi tim penilai untuk memberikan masukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penerapan PHBS di Tanah Bumbu.
Desa Sungai Loban sendiri menjadi perwakilan Kabupaten Tanah Bumbu dalam penilaian Desa/Kelurahan Ber-PHBS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Andi Irmayani berharap semangat menerapkan PHBS dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan tidak berhenti setelah penilaian berakhir.