TERAS7.COM – Dalam upaya menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio cVDPV2 yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak akhir 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.
Pertemuan Koordinasi PIN Poli ini sebagai bentuk respon proaktif terhadap situasi memprihatinkan tersebut. Adapun kegiatan jnj dilaksanakan di Ruang Integrasi Dinkes Tanah Bumbu.
Kegiatan PIN Poli ini dibuka langsung oleh Kepala Dinkes Tanah Bumbu, Muhammad Yandi Norjaya Jaya yang diwakili oleh Sekretaris Dinkes Tanbu, dr Arman Jaya Ricky.
Dalam kesempatan itu, dr Arman menerangkan bahwa Indonesia, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu berada dalam risiko terdampak Polio. Oleh karena itu, pelaksanaan PIN Polio menjadi langkah krusial sebagai usaha preventif dan pencegahan terhadap penyebaran kasus Polio lebih lanjut.
Latar belakang utama dari pelaksanaan PIN Polio ini adalah maraknya laporan kasus Polio tipe 2 (cVDPV2) yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Situasi ini mendesak pemerintah daerah dan Dinkes untuk mengambil langkah strategis dalam mengendalikan penyakit tersebut.
Tujuannya jelas, yaitu untuk mencapai target cakupan imunisasi pada anak usia 0-7 tahun sebesar minimal 95%, sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan agar tidak terjadi penambahan kasus baru polio di masyarakat.
Salah satu tantangan besar dalam pelaksanaan imunisasi, termasuk PIN Polio, adalah sensitivitas isu imunisasi di kalangan masyarakat yang seringkali dipenuhi dengan pro dan kontra. Untuk mengatasi hal ini, pertemuan koordinasi memfokuskan pada strategi lintas sektor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi Polio.
Strategi ini melibatkan kerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah, pengurus Puskesmas, dan para Camat, serta penerapan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri dan Surat Instruksi Bupati Tanah Bumbu tentang pelaksanaan PIN Polio.
Dengan dilaksanakannya pertemuan koordinasi ini, terdapat harapan besar bahwa pelaksanaan PIN Polio dapat berjalan lancar, terutama dalam mencapai target cakupan imunisasi yang ditetapkan.
“Diskusi terbuka ini, harapannya kita bisa fokus mensukseskan PIN Polio, sehingga bisa berjalan dengan lancar. Yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli ini (tahap satu) dan dua minggu setelahnya,” katanya.
Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan bisa menyatukan pemahaman dan kesadaran bersama antar lintas sektor sekaligus masyarakat tentang pentingnya pencegahan Polio, sehingga ke depannya tidak ada lagi kasus Polio yang muncul di Kabupaten Tanah Bumbu.
“Tanah Bumbu dari cakupan PIN Polio sebelumnya, tidak terlalu maksimal, sehingga masuk kabupaten berisiko terdampak Polio. Sehingga kita bersama bisa mencegah kejadian Polio di daerah,” tutupnya.
Momen penyampaian materi oleh Kabid Pengendalian Penyakit (P2P), Wenti Setia Anggraini, menjadi salah satu moment penting dalam pertemuan ini, menekankan pada detail kegiatan, lokasi, serta kerjasama yang harus dijalin antar berbagai sektor dan masyarakat.
Ini adalah langkah konkret Dinkes Tanah Bumbu dalam upaya preventif dan responsif terhadap KLB Polio di Indonesia, khususnya dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan PIN Polio di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.