TERAS7.COM – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan pangan, sebuah kolaborasi menarik terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sebuah perusahaan pertambangan, PT Bhumi Rantau Energi (PT BRE), tidak hanya sibuk mengolah sumber daya alam, tetapi juga ikut menanam benih harapan bagi ketahanan pangan daerah—bersama institusi kepolisian.
Pada Selasa (1/7/2025), PT BRE menerima penghargaan dari Kepolisian Resor Tapin atas peran aktifnya mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Polri. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Tapin, AKBP Jimmy Kurniawan, kepada Tofan, CSR Officer PT BRE, pada puncak perayaan hari Bhayangkara ke 79 di halaman Mapolres Tapin.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada PT Bhumi Rantau Energi yang telah memberikan kontribusi nyata dalam program ketahanan pangan di wilayah Tapin,” ujar AKBP Jimmy.
Di balik piagam itu, tersimpan cerita tentang komitmen perusahaan tambang yang tak ingin hanya dikenal dari sisi industri. PT BRE—anak usaha Padang Karunia Group dan Hasnur Group—telah menyediakan lahan seluas 11 hektare khusus untuk mendukung upaya swasembada pangan di Kabupaten Tapin. Lahan tersebut kini menjadi bagian dari program ketahanan pangan terpadu yang dijalankan bersama Polres Tapin.
“Bagi kami, keterlibatan dalam program ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah bentuk keseriusan perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Tofan.

Tofan, CSR Officer PT Bhumi Rantau Energi (PT BRE), berfoto sambil memegang piagam penghargaan yang diterima dari Polres Tapin atas dukungan aktif perusahaan dalam program ketahanan pangan. Penghargaan diserahkan dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Mapolres Tapin, Senin (1/7/2025). Foto: Untung
Langkah ini menunjukkan bahwa sektor swasta dapat hadir tidak hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mendorong agenda pembangunan nasional, termasuk dalam bidang pangan. Terlebih, kerja sama antara korporasi dan institusi penegak hukum seperti kepolisian menjadi bentuk kemitraan yang jarang ditemui, namun terbukti strategis.
Menurut Tofan, PT BRE memandang ketahanan pangan sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Oleh karena itu, dukungan terhadap program ini menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.
“Kami meyakini, keberhasilan program seperti ini tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi dengan pihak seperti Polres Tapin membuka ruang bagi efektivitas program dan jangkauan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Komitmen PT BRE tidak berdiri sendiri. Sebagai bagian dari grup usaha yang memiliki akar kuat di Kalimantan Selatan, perusahaan menempatkan pembangunan masyarakat sebagai prioritas yang sejajar dengan keberhasilan bisnis. Program-program di bidang pendidikan, lingkungan, hingga ketahanan pangan menjadi pilar utama dalam kerangka CSR yang dijalankan.
Kapolres AKBP Jimmy Kurniawan pun menyambut baik pendekatan ini. Menurutnya, keberadaan dunia usaha seperti PT BRE sebagai mitra strategis Polri menunjukkan bahwa institusi keamanan bisa berperan lebih luas dalam pembangunan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi contoh bahwa tanggung jawab sosial bukan hanya urusan pemerintah. Dunia usaha, aparat penegak hukum, dan masyarakat bisa berjalan bersama untuk mewujudkan ketahanan yang sesungguhnya,” katanya.
Kolaborasi PT BRE dan Polres Tapin tak hanya soal lahan atau logistik. Ini tentang membangun kepercayaan. Tentang menjembatani kepentingan industri dan kepentingan masyarakat. Dan, lebih jauh lagi, tentang memastikan bahwa pembangunan di daerah bisa berlangsung tanpa harus meninggalkan siapa pun.