TERAS7.COM – Kelangkaan solar bersubsidi yang terus dikeluhkan sopir angkutan di Kalimantan Selatan memicu aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kalsel, Rabu (13/5/2026).
Ratusan sopir truk turun ke jalan menuntut aparat kepolisian bertindak tegas terhadap dugaan praktik mafia BBM yang dinilai menjadi penyebab sulitnya pasokan solar di SPBU.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya solar, yang dinilai semakin menyulitkan para sopir angkutan barang.
Massa aksi datang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan kepada aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pelaku penimbunan maupun pihak yang diduga terlibat dalam distribusi ilegal BBM bersubsidi.
Dalam orasinya, para demonstran menilai kelangkaan solar di SPBU semakin merugikan sopir truk yang menggantungkan pekerjaan pada ketersediaan BBM subsidi.
Mereka menyebut antrean panjang di SPBU kini menjadi persoalan rutin, sementara solar justru mudah ditemukan di tingkat pengecer dengan harga jauh lebih tinggi.
“Sopir kecil susah mendapatkan solar, tapi di luar justru stok selalu ada. Kami meminta aparat segera menindak mafia BBM dan pihak-pihak yang bermain di belakangnya,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.
Selain mendesak penindakan terhadap pelaku penimbunan BBM, massa juga meminta aparat membersihkan oknum yang diduga memberikan perlindungan terhadap praktik ilegal tersebut.
Tak hanya itu, para sopir meminta pemerintah bersama Pertamina menjamin distribusi solar subsidi tepat sasaran, khususnya bagi kendaraan logistik dan transportasi umum.
Mereka juga berharap pasokan BBM di SPBU dapat dipastikan tetap tersedia agar sopir tidak lagi menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengantre.
Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski berjalan tertib, arus lalu lintas di sekitar kawasan perkantoran gubernur sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya kendaraan peserta aksi.
Hingga siang hari, sejumlah perwakilan massa masih berupaya melakukan audiensi dengan jajaran Polda Kalsel guna menyampaikan tuntutan secara langsung.
Para demonstran menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila persoalan mafia BBM subsidi tidak segera ditangani secara serius.