TERAS7.COM – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Banjar Tahun 2023 di Hotel Roditha Banjarbaru pada 30 Maret 2022 kemarin.
Kegiatan yang digelar dalam menyusun rencana pembangunan daerah dengan pendekatan menggunakan metode pendekatan secara partisipatif yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari desa dan kecamatan.
Dalam Musrenbang yang kali mengangkat tema “Ketahanan Bencana Dan Pemulihan Ekonomi Yang Inklusif” inil akan disepakati program yang diusulkan dan dianggap prioritas dalam penyusunan RKPD tahun mendatang.
Salah satu pihak yang menyampaikan usulan adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar yang dalam Musrenbang tersebut diwakili Ketua Komisi IV Ahmad Sarwani.
Politisi Partai Nasdem ini hadir dalam acara pembukaan Musrenbang Kabupaten Banjar tersebut sekaligus menjadi Narasumber dalam diakusi panel pembukaan musrenbang kabupaten banjar tahun 2023.

Kepada awak media, Ahmad Sarwani mengungkapkan dalam Musrenbang tersebut, pihaknya mengajukan ratusan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan.
“Total ada 220 usulan dalam Pokir DPRD Kabupaten Banjar yang merupakan hasil dari seluruh fraksi-fraksi di DPRD. Pokir ini nanti yang kita harapkan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun mendatang,” ujarnya.
Usulan masyarakat yang ditampung oleh anggota DPRD terang Ahmad Sarwani secara garis besar tak jauh beda dengan hasil Musrenbang yang telah dilaksanakan, yakni pembangunan jalan, siring, saluran drainase dan lain-lain.
“Juga ada usulan pembangunan infrastruktur lain seperti sekolah. Tapi jalan banyak yang diusulkan, karena kalau jalan tak bagus akan mempengaruhi pembangunan,” jelasnya.
Untuk menggeliatkan perekonomian daerah yang sempat menurun karena Pandemi Covid-19, wisata religi yang menjadi potensi ekonomi daerah lanjut Ahmad Sarwani perlu dibenahi.
“Misalnya dengan membangun penginapan, kawasan kuliner dan sebagainya, baik dikelola sendiri atau dengan pihak ketiga,” katanya.
Usulan tersebut lanjut Ahmad Sarwani datang dari masukan tokoh-tokoh agama hingga asosiasi pemerintahan desa.
“Memang perlu dibenahi dan dipersiapkan fasilitasnya seperti penginapan sampai parkir. Ini dapat memancing perputaran ekonomi kembali,” harapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar M. Riza Dauly sebelumnya mengungkapkan ada 2.680 usulan, baik dari desa, kecamatan hingga pokir dari DPRD.
Mayoritas usulan tersebut adalah perbaikan jalan yang bisa menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar.