TERAS7.COM – Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala (Batola) Mujiyat menerima perwakilan warga Kecamatan Jejangkit terdampak banjir di rumah dinasnya di Kota Marabahan, Selasa (13/6/2023).
Kedatangan perwakilan warga Kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banjar ini didampingi oleh Walhi Kalsel.
Pada acara tersebut, Rudi seorang warga Desa Jejangkit Muara menyampaikan bahwa ia hanya mampu bercocok tanam di lahan seluas 7 borongan. Meski Rudi sebenarnya memiliki lahan pertanian padi seluas 2 hektare.
“Ini karena dampak banjir yang melanda Kecamatan Jejangkit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banjir yang merendam areal pertanian padi, menyebabkan rumput liar tumbuh subur sehingga menyulitkan traktor mengolah lahan.
Lebih dari itu, timpal Kepala Desa Jejangkit Pasar Muhammad Taufik, selain dampak banjir di lahan pertanian padi, warga Jejangkit juga mengeluhkan kondisi air sungai yang tidak dapat lagi digunakan untuk mandi dan mencuci.
“Kalau mandi dengan sabun, terasa sekali air dan sabun cepat larut,” imbuhnya.
Sementara itu, Napiah, yang juga selaku perwakilan Kecamatan Jejangkit menegaskan, warga tetap pada tuntutannya, yakni meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak mengalirkan air pompa ke Sungai Jejangkit.
Ia juga meminta perusahaan kelapa sawit untuk membuka penutup akses aliran sungai Jejangkit menuju Sungai Barito.
Yang tak kalah penting, warga Desa Jejangkit Muara ini mengimbau agar permintaan warga pada pertemuan di rumah dinas Bupati Batola ini, dapat dilaksanakan pemerintah. Pasalnya, seperti diakui Napiah, hasil kesepakatan pada beberapa kali pertemuan sebelumnya tidak pernah dilaksanakan.
Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Batola Mujiyat menyatakan akan melihat secara langsung apa yang menjadi keluhan warga Kecamatan Jejangkit, termasuk tanggul sungai yang dijebol, pipa air dari perkebunan kelapa sawit yang berukuran besar dialirkan ke sungai hingga berdampak banjir di wilayah tersebut.
“Regulasinya harus jelas, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal,” timpalnya.
Orang nomor satu di Bumi Ije Jela ini juga menegaskan, bahwa Pemkab Batola mendukung kemaslahatan warga. Apalagi ia meyakini, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.
“Kami ingin persoalan banjir di Kecamatan Jejangkit segera selesai. Intinya, bagaimana air yang membanjiri wilayah Kecamatan Jejangkit segera sampai ke Sungai Barito.,” kata Mujiyat.
Dan masalah ketersediaan pompa air, lanjutnya, akan menjadi tanggungjawab pemerintah.