TERAS7.COM – Beberapa waktu lalu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banjar bersama anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar melaksanakan kunjungan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan diminta untuk mendata 1.000 unit rumah warga yang rusak akibat Banjir untuk mendapatkan bantuan dari program Rutilahu (rumah tinggal layak huni).
Hal ini diungkapkan Kepala Dinsos Banjar, Ahmadi melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Banjar, Nur Safiullah saat ditemui awak media beberapa waktu yang lalu.
Kendati Kemensos RI meminta data rumah warga yang rusak akibat bencana banjir sebanyak 1.000 unit rumah, namun pihaknya tidak mengetahui berapa yang akan direalisasikan untuk mendapatkan Rutilahu.
“Jelasnya dari Kemensos RI diminta datanya seperti itu, jadi akan kita data rumah warga akibat bencana banjir di Kabupaten Banjar sesuai permintaan mereka. Kita tidak tau apakah dari data 1.000 unit rumah itu akan terealisasikan semuanya atau tidak,” bebernya.
Program Rutilahu dari Kemensos RI ini sebut Nur Safiullah sedianya adalah program rutin berupa perbaikan rumah dengan kondisi rusak ringan dengan anggaran perbaikan yang disediakan sebesar 15 juta Rupiah per unit rumah.
“Namun kebetulan tahun ini berbarengan dengan banjir, jadi mereka yang layak mendapatkan Rutilahu dan juga menjadi korban banjir akan menjadi prioritas mendapatkan bantuan ini,” jelasnya.
Namun untuk kerusakan sedang hingga berat akan ditangani oleh BPBD Kabupaten Banjar dengan anggaran sebesar 50 juta rupiah per unit untuk kerusakan berat dan 25 juta rupiah per unit untuk kerusakan sedang.
Untuk saat ini, lanjutnya, jumlah data rumah rusak ringan yang masuk ke Dinsos Banjar akibat bencana banjir sebanyak 600 unit rumah dari 1.000 unit rumah yang diminta Kemensos RI.
Disisi lain, Kemensos RI juga memberikan santunan sebesar 15 juta Rupiah pada ahli waris warga Kabupaten Banjar yang meninggal dunia akibat bencana banjir.
“Sebanyak 8 warga yang meninggal datanya sudah diterima. Namun data 3 warga tersebut di antaranya belum lengkap persyaratannya dan akan dilengkapi secepatnya. Untuk pencairannya akan langsung masuk ke rekening ahli warisnya,” tambahnya.
Sementara itu selama dan pasca banjir, Dinsos Kabupaten Banjar telah menyalurkan bantuan sebanyak 76 ton beras dan bantuan warga dari luar Kalsel untuk korban banjir di Kabupaten Banjar sebanyak 10 ton.
“Dari bantuan 10 ton ini masih tersisa 300 kilogram. Bantuan ini kita salurkan dalam bentuk paket sembako sebanyak 600 buah, yang diserahkan oleh Bupati Banjar, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar dan Kepala SKPD saat melakukan kunjungan,” ungkapnya.
“Minggu ini saja yang sudah dibagikan sebanyak 80 paket di Tanjung Rema. Sebelumnya telah dibagikan 130 paket bagi warga Antasan Setun, 260 paket bagi warga Tajau Landung, 30 paket bagi warga Paku Alam dan 100 paket bagi warga Pematang Baru. Total keseluruhan sebanyak 600 paket,” rinci Nur Safiullah.
Selain itu Dinsos Kabupaten Banjar rencananya akan kembali menyiapkan 400 paket yang akan dibagikan oleh Wakil Bupati Banjar, Said Idrus saat mengontrol pasca banjir.