TERAS7.COM – Pemukulan gong dari Wakil Bupati (Wabup) Tabalong, H. Mawardi menandai dibukanya Festival Budaya Dayak Maanyan, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. Sabtu, (19/2/2022).
Festival yang akan digelar dari 19 sampai 20 Februari 2022 di Balai Adat Dayak Maanyan Warukin yang dalam sambutannya, Wabup Mawardi menyampaikan, agar budaya tradisional dayak maanyan yang menjadi khasnya, tak hilang atau punah akibat tergerus derasnya aliran budaya asing.
“Budaya-budaya di Kabupaten Tabalong perlu kita kemas dengan bagus supaya dilirik oleh wisatawan termasuk budaya dayak maanyan,” sampainya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan bernuansa budaya lokal tradisional ini.
“Hal ini membuktikan bahwa kita semua memiliki kepedulian yang tinggi dan betul-betul menaruh perhatian besar terhadap pembinaan, pengembangan dan pelestarian budaya lokal dengan segala kekhasannya,” ujarnya.
Menurutnya, dayak maanyan termasuk suku yang berada di wilayah Tabalong, secara kultural sebaran suku dayak yang cukup luas hingga mencapai beberapa Kabupaten dan Provinsi tetangga.
“Ini tentu bukan sekedar pengakuan semata-mata, akan tetapi juga merupakan penghargaan dan penghormatan terhadap eksistensi masyarakat dayak maanyan dengan beragam seni dan budayanya,” jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, Pemkab Tabalong tentunya sangat mendukung dan kedepan akan terus membuat agenda-agenda besar bernuansa seni dan budaya.
“Sehingga, kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Tabalong tidak hanya sebatas dipelihara dan dilestarikan, tetapi juga dikembangkan dan dipromosikan baik di tingkat regional, nasional maupun internasional,” tandasnya.
Sebelumnya, Wabup Tabalong H. Mawardi beserta rombongan serta perwakilan-perwakilan dari perusahaan yang tergabung dalam Adaro Group, sebelum memasuki Balai Adat Dayak Maayan disambut sangat haru dan sakral oleh Tokoh-tokoh Adat berserta masyarakat Desa Warukin dengan prosesi Adat Dayak Ma’anyan Warukin.
Dimulai dari tumet leut, tatungkal, tradisi memukul tujuh gong, musik suara dari pedalaman serta yang tidak kalah meriahnya adalah diwarnai juga dengan Tarian penyambutan dari Sanggar Seni Tari Banting Mira Putut.