TERAS7.COM – Momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Surya Kesuma tak sekadar menjadi ajang temu kangen pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga ruang memperkuat nilai kebangsaan dan menghidupkan kembali jejak sejarah.
Kegiatan yang digelar Sabtu, 28 Maret 2026 di Kraton Budaya Majapahit Jakarta ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu disambut langsung oleh Sultan Banjar Cevi Yusuf Isnendar Al Banjari bersama permaisuri, menghadirkan nuansa kehormatan yang tetap terasa akrab.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pendiri Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman.
Kehadiran berbagai tokoh dari latar belakang berbeda ini mencerminkan kuatnya nilai persatuan yang dibangun melalui tradisi Halal Bihalal.
AM Hendropriyono yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai momen seperti ini memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antarsesama.
“Acara seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan yang berakar dari budaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga sarat dengan nuansa historis. Kehadiran Fadjroel Rachman yang memiliki garis keturunan bangsawan dari trah Kesultanan Banjar dan Kerajaan Pulau Laut turut memperkuat dimensi sejarah dalam acara tersebut.
Sebagai cicit Pangeran Abdurrahman Kasuma, kehadirannya menjadi simbol kesinambungan antara masa lalu dan masa kini.
“Momentum Halal Bihalal ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga menjaga warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas bangsa,” ungkapnya.
Menambah kekayaan acara, panitia juga menayangkan dua film dokumenter pendek yang mengangkat sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan Kesultanan Banjar. Tayangan tersebut menjadi refleksi bahwa budaya dan sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun jati diri bangsa.
Melalui kegiatan ini, Halal Bihalal tak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk merawat persatuan, memperkuat identitas, serta menghubungkan nilai budaya dengan kehidupan masa kini.