TERAS7.COM – Ratusan warga Martapura serbu Operasi Pasar Minyak Goreng yang dilaksanakan di Halaman Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banjar, Martapura pada Kamis pagi (20/1/2022).
Walau sempat terjadi hujan rintik, warga dari Martapura dan sekitarnya tetap datang menyerbu pasar murah yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar ini.
Saking antusiasnya warga, 1200 liter minyak goreng yang disediakan pun ludes terjual hanya dalam waktu 1 jam setelah Pasar Murah ini dibuka sekitar jam 8 pagi.
Bahkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati pun turun pula membantu panitia untuk menjual minyak goreng ini.
Tak hanya operasi pasar minyak goreng saja, beberapa bahan pokok lain seperti gula hingga produk pangan buatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banjar juga ada disini.
Salah satu pembeli, Nur Zakiyah asal Pingaran Astambul kepada Teras7.com mengungkapkan ia rela datang pagi-pagi ke operasi pasar ini.

“Kita beli minyak goreng dan gula. Apalagi harga minyak goreng disini murah, harganya cuma 14 ribu rupiah,” ujarnya.
Ia sendiri mendapatkan informasi adanya pasar murah ini melalui media sosial.
“Alhamdulillah terbantu dan tadi bisa beli 2 liter, soalnya harga minyak goreng mahal, padahal itu keperluan yang utama,” katanya.
Nur Zakiyah berharap pasar murah seperti ini terus diadakan dan harga minyak goreng ke depan tetap murah.
Sementara itu Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati mengatakan operasi pasar dan pasar murah ini bisa terlaksana bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Banjar.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan pasar murah dan operasi pasar minyak goreng. Juga ada kerjasama dengan Dekranasda dan Bulog,” ungkapnya.
Dalam operasi pasar minyak goreng ini disediakan 1.200 kemasan minyak goreng 1 liter, dimana satu orang bisa membeli 2 liter minyak goreng.
Pelaksanaan operasi pasar minyak goreng ini sendiri lanjut I Gusti Made Suryawati bertujuan untuk melaksanakan kebijakan Kementerian Perdagangan baru-baru ini.
“Kementerian Perdagangan pada 19 Januari 2022 kemarin baru saja mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan harga minyak goreng menjadi 14 ribu per liter. Jadi kita melaksanakan kebijakan ini dengan melaksanakan operasi pasar,” terangnya.
Dengan dilaksanakannya operasi pasar ini, ia berharap dalam sepekan ke depan, pedagang minyak goreng curah di pasar tradisional bisa menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan.
Tak hanya di Martapura saja, operasi pasar serupa tambah I Gusti Made Suryawati akan dilaksanakan di Kecamatan Karang Intan, dimana juga akan disediakan 1.200 liter.
Operasi pasar serupa juga digelar bersamaan di 9 Kabupaten/Kota lain yang ada di Kalimantan Selatan.