TERAS7.COM – Bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mendapatkan perhatian khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam hal ini, BNPB bakal menyediakan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan sebanyak 3 kali, khususnya di daerah dengan kejadian karhutla terbanyak yaitu Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.
TMC BNPB menggunakan pesawat Cessna C208B/PK-SNS yang dilakukan oleh crew Capt.Rizky/Baskoro dibantu M Taupik dan Dio sebagai penabur garam atau NaCL sebanyak 1000 kilogram.
“Hari ini (kemarin -red) mulai kita lakukan sampai tanggal 8 Oktober nanti,” ujar Kapten Achmad Nur Wahyudi.
Area yang ditabur yakni Radial 360-90 DME 0-60NM yang meliputi Kabupaten Banjar, Banjar Baru, Tapin, dan Tanah Bambu.
Dilanjutkan penerbangan kedua dengan berat bahan yang sama ditabur pada wilayah yakni Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sugai Utara, dan Tabalong.
Modifikasi cuaca ini sesuai dengan harapan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin agar titik api (hotspot) yang masih ada cepat dipadamkan dengan berbagai cara, termasuk dengan cara pemadam langsung, waterbombing maupun TMC atau hujan buatan.
Adapun modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan ini akan dilangsungkan BNPB selama 3 hari, sejak 5 Oktober hingga 6 Oktober 2023.