TERAS7.COM – Kasus pandemi Covid-19 beberapa waktu terakhir mulai menurun, hal ini membuat beberapa pembatasan ketat mulai dilonggarkan.
Hal ini membuat banyak pihak berkeinginan agar aktivitas seperti wisata religi seperti ziarah ke kubah ulama mulai dibuka lagi.
Hal ini pun mendapat tanggapan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar M. Rofiqi usai Rapat Paripurna pada Rabu (16/3/2022) kemarin.

Bahkan pihaknya jelas Rofiqi sudah melakukan komunikasi agar wisata religi di Kabupaten Banjar khususnya di makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampaian kembali dibuka.
“Kami dari DPRD Kabupaten Banjar akan membantu sepenuh hati dan sudah menghadap wakil Kapolres Banjar dan sudah berkomunikasi dengan Dandim 1006 Banjar,” ungkapnya
Ia menjelaskan dari hasil pertemuan dan koordinasi tersebut, pada dasarnya mereka setuju saja asal ada izin dari Satgas covid-19.
“Dengan ketua yayasan kita sudah bertemu, dimana beliau ingin secepatnya agar ziarah ke kubah datu Kalampayan bisa dibuka,” sambungnya.
Namun dengan dibukanya kembali wisata religi tersebut lanjut Rofiqi, tentu saja akan ada penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Selain itu kapasitas harus dibatasi dan ini bisa membantu program vaksinasi daerah, karena nanti yang boleh masuk kesana adalah yang sudah mendapatkan vaksin kedua yang boleh masuk, kalau belum vaksin kedua maka harus vaksin kedua,” ucapnya
Rofiqi menambahkan hal tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat karena sudah dua tahun ekonomi masyarakat disitu sudah stagnan, warga yang berada di seputaran makam datu Kelampaian menggantungkan hidupnya dari peziarah.
Demikian pula dengan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Gerindra Muhammad Iqbal yang mengatakan rencana dibukanya ziarah Kelampaian merupakan kabar gembira dan dinanti-nantikan, menjadi pengobat rindu bagi masyarakat yang senang ziarah.
“Kita ketahui kondisi sekarang covid sudah sangat menurun seiring juga dengan vaksinasi yang masif. Motivasi ziarah dengan tujuan untuk mengingat mati dan akhirat, untuk mendoakan orang yang ada di dalam kuburan dan untuk tabarruk atau mendapatkan keberkahan,” tuturnya.
Iqbal berharap dengan pembukaan tempat ziarah para aulia/wali, kerinduan masyarakat dapat terobati dan juga meningkatkan syiar islam khususnya di Kabupaten Banjar yang kita banggakan sebagai Kota Serambi Mekkah.
Selain itu dengan dibukanya wisata religi ini, maka dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat, pemulihan ekonomi dapat dengan cepat bisa tercapai, karena banyak peziarah datang dari luar Martapura.
“Bagi masyarakat atau jama’ah yang mau ziarah juga harus selalu memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan agar dapat saling menjaga kesehatan dengan jama’ah yang lain,” himbau Iqbal.