TERAS7.COM- Kapolsek Pulau Laut Timur Iptu Kuwat Santoso menerima keluhan warga pada sesi Jumat Curhat di Kantor Desa Betung, Jumat (14/04/23).
Jumat Curhat bersama Kapolsek diawali oleh Fahrul Zaini yang turut dihadiri perangkat Desa Betung. Ia mengeluhkan terkait banyaknya anak-anak yang menggunakan sepeda listrik di jalan raya.
Adapun Abdul Manaf merasa terganggu adanya pengendara roda dua yang menggunakan knalpot Brong.
Hal tersebut sangat mengganggu masyarakat yang rumahnya berlokasi di pinggir jalan.
“Terutama, pada malam hari atau saat warga sedang menjalankan ibadah salat tarawih,” ungkap Abdul Manaf dihadapan Kapolsek Iptu Kuwat Santoso.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kotabaru AKBP HM Gafur Aditya Siregar S.I.K melalui Kapolsek menyampaikan, bahwa sepeda listrik tidak diperkenankan untuk melaju di jalan umum ramai.
“Terlebih lagi pengendaranya anak-anak di bawah usia yang telah diberlakukan, tentu hal tersebut sangat berbahaya,” ucapnya.
Menurutnya penggunaan sepeda listrik seperti yang telah ditentukan hanya boleh dikendarai oleh anak usia 12-15 tahun, itupun diperbolehkan di dalam gang saja, dan harus tetap memakai Helm.
“Untuk itu, saya meminta kepada orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan anak sepeda listrik,” tuturnya.
Terkait pengemudi sepeda motor dengan menggunakan knalpot Brong, Kapolsek menegaskan, bahwasanya jajaran Polsek Pulau Laut Timur sebelumnya pun telah melakukan penertiban terhadap pengendara yang memakai knalpot Brong.
Kendaraan roda dua yang kedapatan memakai knalpot Brong akan diamankan, disita. Namun, jika pengendara bisa memasangkan kembali knalpot dengan yang standar di Mapolsek dikembalikan ke pemiliknya lagi.
“Itu konsekuensi yang harus diterima, kita tidak toleransi, siapapun,” tegas Iptu Kuwat Santoso.
Diakhir penyampaiannya, semua keluhan warga yang disampaikan pada Jumat Curhat akan diteruskan ke Satlantas Polres Kotabaru dan Dishub.
Memasuki tahun politik, Kapolsek mengimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga pemilu mendatang tetap berjalan damai, aman dan lancar.
“Jangan sampai berbeda politik kita bertengkar antar satu kampung. Pilihan politik boleh berbeda, meskipun berbeda, namun harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.