TERAS7.COM – Narkoba sudah menjadi momok bagi masyarakat Indonesia karena begitu massifnya peredaran dan penyalahgunaan zat terlarang ini di masyarakat, sehingga pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk memberantasnya.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mencanangkan Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) di setiap desa di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Banjar, Kalsel.
Untuk mencanangkan Desa Bersih Narkoba di Kabupaten Banjar, Kepala BNN RI Komjen Polisi Heru Winarko datang langsung untuk mengukuhkan Desa Tunggul Irang Ilir sebagai Desa Bersinar ini di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar pada kamis pagi (14/2).

Pengukuhan Desa Bersinar ini sendiri dihadiri oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekda Banjar H. Nasrun Syah, Kepala BNN Provinsi Kalsel Brigjen Polisi Nixon Manurung, Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette dan Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto.
Selain mengukuhkan Desa Tunggul Irang sebagai Desa Bersinar, acara ini juga mengukuhkan relawan anti narkoba dari 9 Kabupaten/Kota se Kalsel yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tanah laut, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Barito Kuala.
Saidi Mansyur menyambut kedatangan Kepala BNN Komjen Polisi Heru Winarko dan menjelaskan pemerintah Kabupaten Banjar sudah melaksanakan sosialisasi anti narkoba sejak lama.
“Pemberantasan penyalahgunaan narkoba sudah kami sosialisasikan sejak lama, akan tetapi kendala kami ialah kurangnya keperdulian masyarakat untuk melaporkan peredaran narkoba. Karena itu kami sangat mendukung pembentukan Desa Bersinar beserta relawan anti narkoba ini, agar dapat membuat masyarakat turut berperan aktif dalam mengurangi peredaran narkoba,” ujar Saidi Mansyur.

Gubernur Kalsel yang akrab di sapa Paman Birin menjelaskan ada bangsa lain yang ingin melemahkan bangsa kita agar dapat menguasai negeri kitaa yang kaya sumber daya alam, salah satu caranya dengan menyebarkan narkoba.
“Posisi Kalsel yang ada di jalur perdagangan bebas karena ada di tengah-tengah negara ini, karena itu luas karena mudah masuk narkoba yang disebarkan negara lain yang ingin menguasai negara kita dengan melemahkan rakyat kita, karena mereka tidak berani berperang secara langsung di masa sekarang,” jelas Paman Birin.
Karena itu Paman Birin sangat mendukung Desa Bersinar ini sebagai salah satu ikhtiar bagi penegak hukum, pemerintah dan masyarakat untuk memberantas narkoba di Kalsel, apalagi Desa Tunggul Irang yang dipilih.
“Saya sebagai keturunan urang Tunggul Irang sangat bangga dengan ditunjuknya Desa Tunggul Irang sebagai Desa Bersinar,” ungkap Paman Birin.
Komjen Heru Winarko menjelaskan bahwa Kalsel termasuk daerah yang peredaran dan penyalahgunaan narkobanya cukup tinggi, sehingga Desa Bersinar dapat menjadi ikhtiar untuk memberantas peredaran gelap narkoba.
“Ada banyak jenis narkoba baru, bahkan ada yang belum diatur oleh pemerintah, bahkan semakin berkembang dan harganya menjadi murah hingga bisa dibeli anak-anak, inilah yang berbahaya dan harus kita cegah,” jelasnya.
Menurutnya narkoba sendiri datang dari luar negeri dan masuk melalui penyelundupan dari jalur laut, bahkan ada yang ditransaksikan melalui dunia cyber dan pembayarannya menggunakan bitcoin.
“Harus kita akui bisnis narkoba sendiri bernilai besar hingga sampai triliunan rupiah, makanya sangat menggiurkan bagi sebagian orang. Salah satu untuk mencegahnya adalah dengan membentuk relawan anti narkoba yang boleh menangkap mereka yang tertangkap tangan mengedarkan atau menggunakan narkoba lalu menyerahkan mereka dan barang buktinya ke polisi atau BNN,” ungkap Komjen Heru Winarko.