TERAS7.COM – Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa, menyoroti kondisi infrastruktur drainase dan jalan di Jalan Berkat Mufakat, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, yang dinilai sudah membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.
Sorotan tersebut disampaikan Siska usai meninjau langsung kondisi lapangan, di mana ia menemukan drainase yang tidak berfungsi optimal serta kondisi jalan yang rusak dan rawan tergenang air saat hujan turun.
Menurut Siska, persoalan utama di Jalan Berkat Mufakat terletak pada sistem drainase yang tidak memadai. Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan tersebut kerap dilanda genangan.
“Jalan Berkat Mufakat ini kondisinya rancu. Saat hujan, air tidak tertampung dengan baik sehingga jalannya tergenang. Ini bukan persoalan sepele dan benar-benar butuh perhatian pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, perbaikan drainase di Jalan Berkat Mufakat harus menjadi prioritas utama sebelum dilakukan rehabilitasi jalan atau pengaspalan.

Menurut Srikandi Partai Golkar ini, pengaspalan tanpa pembenahan drainase hanya akan menjadi pekerjaan yang bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar persoalan.
“Sebelum pengaspalan dilakukan, drainase harus dikerjakan terlebih dahulu. Jangan sampai pengerjaannya hanya seremonial atau sekadar tanda jadi saja,” tegas Siska.
Siska juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan drainase dan jalan di kawasan tersebut sudah berulang kali diajukan oleh warga melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di wilayah Berkat Mufakat. Namun hingga kini, realisasinya belum kunjung terlaksana secara menyeluruh.
Menurutnya, pengerjaan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dinilai kurang tepat, mengingat kondisi cuaca dan karakter wilayah yang rawan hujan deras.
“Kalau dikerjakan lewat ABT, saya khawatir tidak bisa maksimal. Apalagi daerah ini saat hujan intensitas airnya cukup deras. Pengerjaan drainase harus dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan perencanaan yang matang,” jelasnya.
Ia pun menekankan agar perbaikan drainase tidak dilakukan setengah-setengah, melainkan dikerjakan secara menyeluruh dengan perhitungan teknis dan dukungan anggaran yang benar-benar memadai.
“Perbaikan drainase di Jalan Berkat Mufakat ini harus dikerjakan dengan serius, tidak tambal sulam. Anggarannya juga harus tepat agar hasilnya benar-benar dirasakan warga,” katanya.
Siska menilai pemerintah perlu turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
“Ini sudah seharusnya pemerintah turun memantau dan mengevaluasi. Anggaran yang telah dianggarkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kalau dibiarkan, masyarakat akan terus terdampak,” ujarnya.
Karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak, Siska menegaskan agar penanganan drainase dan jalan di lokasi tersebut harus masuk dalam anggaran murni tahun 2026, bukan melalui ABT.
“Pengerjaan ini harus dianggarkan di APBD murni 2026. Harapannya, pemerintah menjadikan ini prioritas karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak dan sudah beberapa kali diusulkan,” pungkasnya.
Dengan kondisi yang ada, Siska berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan infrastruktur di Jalan Berkat Mufakat tidak terus berlarut dan memberikan dampak buruk bagi aktivitas serta keselamatan warga.