TERAS7.COM – Ratusan warga Martapura serbu pasar murah yang digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banjar bersama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) Kabupaten Banjar Selasa (8/3/2022).
Dalam pasar murah ini, ribuan liter minyak goreng menjadi primadona bagi pengunjung ditengah kelangkaan minyak goreng baru-baru ini.
Tak butuh waktu lama usai pasar murah ini dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas, warga langsung menyerbu stand minyak goreng.
Warga pun tampak mengantri untuk mendapatkan minyak goreng kemasan 2 liter merek Alif setelah sebelumnya harus mendapatkan kupon dulu agar bisa membeli.

Salah satunya adalah Rif’ah, warga Bincau Martapura yang berhasil mendapatkan minyak goreng setelah mengantri.
Kepada awak media ia mengungkapkan harus berpanas-panasan dulu saat mengantri agar bisa mendapatkan minyak goreng.
“Iya tadi berpanas-panasan mengantri minyak goreng. Akhirnya dapat,” ujarnya.
Selain mendapatkan minyak goreng kemasan 2 liter, Rif’ah juga membeli paket sembako yang berisi gula 1 kg, garam hingga minyak goreng kemasan 1 liter.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (KUMPP) Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati mengatakan dalam kegiatan ini pihaknya menyediakan sekitar 1.200 liter minyak goreng.
“Kita sendiri termasuk hari ini sudah menggelar 20 kali operasi pasar minyak goreng di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Selain menyediakan minyak goreng, dalam pasar murah ini juga ada paket sembako yang lain, namun minyak goreng sambung I Gusti Made Suryawati tetap jadi idola.
“Karena itu mendekati hari besar keagamaan dan bulan Ramadhan, rencananya pada tanggal 24-25 mendatang akan kita gelar lagi Operasi Pasar Minyak Goreng di Kecamatan Martapura Barat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya berencana menyediakan sekitar 2.400 liter minyak goreng untuk kebutuhan tersebut.
Terkait langkanya minyak goreng di pasar, hal itu lanjut I Gusti Made Suryawati sudah menjadi isu nasional karena adanya penumpukan minyak goreng oleh masyarakat.
“Makanya kita meminta masyarakat agar tidak panic buying dengan menumpuk sembako. Di Kabupaten Banjar sendiri, salah satu distributor di Kalsel kepada kita memastikan stok untuk beberapa waktu ke depan bagi Kabupaten Banjar aman,” terangnya.
Pihaknya lanjut I Gusti Made Suryawati berusaha memenuhi ketersediaan minyak goreng sehingga bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat.