Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Lagi dan Lagi, PPKM Level 4 Kembali Diperpanjang, Wakil Komisi III DPRD Banjarbaru Berikan Sikap!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Lagi dan Lagi, PPKM Level 4 Kembali Diperpanjang, Wakil Komisi III DPRD Banjarbaru Berikan Sikap!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 8 September 2021, 16.25
Share
20210908 143045
SHARE

TERAS7.COM – Lagi dan lagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Banjarbaru kembali diperpanjang hingga 20 September 2021.

Kembali diperpanjangnya PPKM Level 4 di Kota Idaman ini membuat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari angkat bicara.

Emi meminta, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dapat mengkaji lebih dalam dan mengevaluasi secara terperinci terkait kasus Covid-19, seperti kesembuhan, penularan, jangkauan vaksinasi baik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit maupun isolasi mandiri (isoman).

PPKM Level 4 yang sudah berulang-ulang diberlakukan di Banjarbaru, seharusnya pemerintah menurutnya dapat melihat dampak ekonomi yang dihasilkan akibat kebijakan tersebut.

Sehingga hal ini menjadi barometer yang secara berkala harus menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah kebijakan.

Baca juga :

Hangatnya Lebaran, Emi Lasari Fasilitasi Disabilitas Silaturahmi dengan Gubernur dan Wagub

Warga Griya Ulin Permai Keluhkan Banjir, Emi Lasari Desak Izin Perumahan Dievaluasi

Dengar Aspirasi Warga Sungai Ulin, Bang Qomal Siap Bantu Modal Kelompok Usaha dan Perbaikan Infrastruktur

“Ini benar-benar harus dikaji karena masyarakat kita sudah cukup kesulitan selama pembatasan-pembatasan jam berusaha mereka,” minta Emi.

“Apalagi Kota Banjarbaru ini kan kota kuliner. Banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidupnya di sektor-sektor kuliner,” sambungnya.

Apalagi, menurutnya pengusaha kuliner di Banjarbaru yang tergolong banyak ini selama PPKM diberlakukan belum pernah mendapatkan stimulus yang disalurkan langsung oleh pemko.

Masih persoalan kuliner, Emi juga meminta adanya pertimbangan pemerintah untuk memberikan kelonggaran jam operasional bagi pelaku usaha. Namun dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang berlaku.

“Yang usahanya baru buka pukul 16:00 WITA pertimbangkan untuk memberikan kelonggaran jam operasional, dengan tetap memastikan pembatasan kapasitas pengunjung 50 persen dari kapasitas normal,” ungkapnya.

Selain itu, legislator PAN ini juga berharap Pemko Banjarbaru dapat membuka layanan konsultasi kesehatan yang dipegang langsung oleh dokter.

“Aku sih berharap dengan di perpanjang lagi PPKM ini pemko membuka layanan call canter kesehatan yang di pegang oleh dokter. Minimal satu dua dokter di tiap kecamatan bisa dihubungi 24 jam untuk layanan konsultasi kesehatan,” harap Emi.

Menurutnya, adanya call canter dapat memberikan ketenangan secara psikologis kepada masyarakat kota Banjarbaru. Lantaran baginya, pukulan terbesar saat ini oleh covid-19 adalah psikologis warga-warga yang menjalani perawatan.

“Setidaknya masyarakat ada tempat berkonsultasi secara kesehatan,” tukasnya.

Emi menambahkan, hal lain yang perlu dievaluasi juga mengenai ketersediaan distribusi obat-obatan. Karena seperti yang diketahui, sampai di level Puskesmas ditemukan ketersedian stok obat-obatan yang kososng.

“Yang paling penting adalah bagaimana mengejar high imunity warga kita sampai 70 persen vaksinasi di Kota Banjarbaru. Sedangkan faktanya sekarang vaksinasi ini juga jadi kendala karena ketersedian vaksinnya. Ini yang harus diupayakan,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32

You Might Also Like

Hangatnya Lebaran, Emi Lasari Fasilitasi Disabilitas Silaturahmi dengan Gubernur dan Wagub

Warga Griya Ulin Permai Keluhkan Banjir, Emi Lasari Desak Izin Perumahan Dievaluasi

Dengar Aspirasi Warga Sungai Ulin, Bang Qomal Siap Bantu Modal Kelompok Usaha dan Perbaikan Infrastruktur

Cara Unik Takyin Baskoro Serap Aspirasi Warga Saat Reses di Bulan Ramadan

Nurkhalis Upayakan Perbaikan Drainase dan Fasilitas Posyandu di Loktabat Selatan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?