TERAS7.COM — Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) STIKes Intan Martapura melaksanakan aksi penghijauan dengan menanam 50 bibit pohon di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanam Pohon (PROTAPO) yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa ARS sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kebun Raya Banua, Herlina Sari, menyambut baik inisiatif mahasiswa STIKes Intan Martapura tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya memiliki nilai konservasi, tetapi juga mengandung unsur edukatif yang penting.
“Ini bukan sekadar aksi tanam pohon, tapi juga bentuk pembelajaran lingkungan yang diharapkan menumbuhkan kesadaran ekologis mahasiswa,” ujar Herlina di sela kegiatan,(8/7/2025).
Ketua STIKes Intan Martapura, Hj Zubaidah, mengapresiasi pelaksanaan PROTAPO yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai kampus dalam membentuk karakter mahasiswa yang holistik.
“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Ia berharap program semacam ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap isu keberlanjutan,” tambahnya.

Ketua STIKes Intan Martapura, Hj Zubaidah saat menyerahkan bibit secara simbolis kepada pihak Taman Raya Banua, (8/72025). Foto: Humas
Ketua pelaksana PROTAPO, Sopia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa ARS dengan Kebun Raya Banua dan Persemaian Liang Anggang sebagai mitra pelaksana dan penyedia bibit pohon.
“Lewat PROTAPO, kami belajar untuk tidak hanya menanam, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan dan perawatan lingkungan,” ungkap Sopia.
Ia menambahkan, dari total 50 bibit pohon, sebanyak 21 bibit ditanam secara simbolis oleh mahasiswa, dosen, dan perwakilan instansi mitra di area Kebun Raya Banua. Sementara 29 bibit lainnya dititipkan ke Kantor Penelitian Kebun Raya Banua untuk dipelihara hingga siap ditanam.
Aksi penghijauan melalui PROTAPO menjadi bentuk konkret kontribusi mahasiswa dalam upaya pelestarian lingkungan serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di daerah.