Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mahasiswa ULM Berinovasi, Sulap Limbah Sekam Padi Jadi Briket
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mahasiswa ULM Berinovasi, Sulap Limbah Sekam Padi Jadi Briket

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 8 Agustus 2026, 16.08
Share
Mahasiswa KKN ULM Kenalkan Pemanfaatan Sekam Padi Jadi Bahan Bakar Alternatif 4 300x169 1
SHARE

TERAS7.COM – Sekam padi yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian mulai dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 4.

Melalui program Eco Bricket, mahasiswa mengajak masyarakat Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, mengolah sekam padi menjadi briket. Kegiatan tersebut digelar Jumat (7/8/2026) dan melibatkan perwakilan kelompok tani.

Program ini memanfaatkan potensi lokal Desa Sumber Baru yang memiliki aktivitas pertanian cukup kuat. Sekam yang dihasilkan dari penggilingan padi tidak hanya dipandang sebagai sisa produksi, tetapi diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Agus Pujianto, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Program Studi Akuakultur, mengatakan pemilihan sekam padi sebagai bahan briket disesuaikan dengan kondisi dan potensi desa.

“Di daerah sini banyak lumbung padi. Jadi itu alasan kami membawa Eco Bricket,” ujarnya.

Baca juga :

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan secara langsung tahapan pembuatan briket. Proses diawali dengan membakar sekam hingga berubah warna menjadi hitam. Sekam yang telah dibakar kemudian dihaluskan sebelum dicampur dengan tepung tapioka yang telah diolah menjadi kanji sebagai bahan perekat.

Mahasiswa menggunakan sekitar setengah karung sekam padi sebagai bahan praktik. Untuk membuat perekat, empat sendok tepung tapioka dicampur dengan satu gelas air. Selanjutnya, adonan briket dibuat menggunakan perbandingan lima sendok sekam dan satu sendok bahan perekat.

Peralatan yang digunakan pun relatif sederhana dan mudah ditemukan, seperti wadah adonan, kaleng untuk membakar sekam, kompor, sendok dan jaring kawat.

Setelah mendapatkan demonstrasi dari mahasiswa, sekitar enam warga yang merupakan perwakilan gabungan kelompok tani turut mencoba membuat briket secara langsung. Mereka mengikuti seluruh tahapan, mulai dari proses pembakaran sekam, pengadukan bahan hingga pembentukan adonan.

Agus mengatakan keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Dengan praktik, warga diharapkan tidak hanya mengetahui konsep pemanfaatan sekam, tetapi juga mampu mengulang prosesnya secara mandiri.

“Gabungan kelompok taninya langsung ikut praktik sendiri, mulai dari membakar, mengaduk, sampai membuat,” katanya.

Mahasiswa juga memberikan panduan mengenai komposisi bahan agar masyarakat memiliki acuan apabila ingin mengembangkan pembuatan briket setelah kegiatan KKN berakhir.

Ketua Kelompok 4 KKNT-LH ULM, Muhammad Fauzan Ananta, mengatakan inovasi pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Menurut mahasiswa Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan tersebut, bahan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi awal untuk menciptakan pemanfaatan baru.

“Bahan yang berada di sekitar masyarakat pun dapat menjadi awal untuk menemukan pemanfaatan baru,” ujarnya.

Melalui Eco Bricket, mahasiswa berharap masyarakat Desa Sumber Baru semakin melihat sekam padi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Pemanfaatan tersebut juga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penumpukan sisa hasil pertanian sekaligus memperkenalkan bahan bakar alternatif berbasis potensi lokal.

Program ini digerakkan 16 mahasiswa lintas fakultas, yakni Zaidan Failasufa (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Agus Pujianto (FPIK, Akuakultur), Muhammad Yasser Karima (FPIK, Ilmu Kelautan), Muhammad Khidhir (FPIK, Perikanan Tangkap), Muhammad Fauzan Ananta, Maya Tahera dan Nurhaliza Kusuma Wardani (Fakultas Kehutanan), Muhammad Naufal (FMIPA, Statistika), Maulida Nur Safitri (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan), Normala, Felicia Fidia dan Naila Munawarah (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Noer Mayadha (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Zahratun Nufus (FPIK, Ilmu Kelautan), Najma Auralia (FMIPA, Farmasi), serta Norliani (FMIPA, Biologi).

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan yang berbasis potensi lokal. Melalui pemanfaatan sekam padi menjadi briket, mahasiswa ULM mendorong masyarakat Desa Sumber Baru untuk lebih kreatif mengelola sisa hasil pertanian sekaligus membuka peluang pemanfaatan baru yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
WhatsApp Image 2026 09 05 at 09.32.47 1024x575 1
Bupati Tanah Bumbu Minta Pejabat Pengawas Pangkas Proses Kerja yang Berbelit
7 September 2026, 16.35

You Might Also Like

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Teratas di Kalsel, ULM Posisi 38 Nasional RIS 2026

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?