Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Makam Bercahaya, Karomah Datu Nuraya, Sang Pemilik Makam Terpanjang Di Dunia
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Makam Bercahaya, Karomah Datu Nuraya, Sang Pemilik Makam Terpanjang Di Dunia

Rizki Saputera
Rizki Saputera 26 Desember 2018, 19.27
Share
IMG 20181226 WA0027
Makam Datu Nuraya memiliki panjang 60 meter dan menjadi makam terpanjang di Indonesia bahkan dunia.
SHARE

Kisah Hidup Datu Nuraya

TERAS7.COM – Kalimantan Selatan sudah sejak lama terkenal sebagai tempat yang masyarakatnya sangat berpegang teguh pada agama Islam dan menjadi buminya para ulama, dilahirkan, berdakwah hingga dimakamkan.

Contents
Kisah Hidup Datu NurayaPemakaman Manusia Bertubuh BesarAkses ke Makam Datu NurayaPenziarah dari Malaysia

Karena itu banyak makam-makam Wali Allah yang tersebar di penjuru Kalimantan Selatan dan oleh masyarakat Banjar memberikan penghormatan dengan membangun kubah untuk penanda khusus pada makam-makam tersebut dan mempermudah para penziarah yang ingin mengunjungi tempat tersebut.

Di antara kubah Wali Allah tersebut sering kali di ziarahi oleh masyarakat salah satunya ada di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, yaitu Makam Datu Nuraya yang sangat unik karena memiliki panjang 60 meter dan menjadi makam terpanjang di Indonesia bahkan dunia dikenal dengan nama Datu Panjang.

IMG 20181226 WA0043Tak ada yang tahu lebih banyak soal kisah hidup Datu Nuraya, akan tetapi menurut kisah yang dikutip dari Manakib Datu Nuraya karangan H Muhammad Marwan, kisah di mulai dengan manusia yang bertubuh besar yang datang kepada Datu Suban dan 12 orang muridnya.

Dalam manakib tersebut disebutkan bahwa ketika datang, manusia yang bertubuh besar itu langsung mengucapkan salam sehingga diterima dengan baik oleh Datu Suban dan muridnya.

Baca juga :

Yayasan Abdul Aziz Halaby Tebar Keberkahan Idul Adha, 300 Ekor Sapi Kurban Disalurkan untuk Warga Banjarbaru

Balangan Bersholawat Siap Digelar, Hadirkan Ulama Nasional di Harjad ke-23

Tabligh Akbar HUT ke-27, Ustadz Hanan Attaki Doakan Banjarbaru Jadi Kota Teladan

Ketika ditanyakan soal asalnya, manusia bertubuh besar itu cuma menjawab dengan kalimat Tahlil dan berulang ditanyakan dan dijawab dengan jawaban yang sama hingga tujuh kali, lalu kemudian manusia bertubuh besar itu roboh hingga meninggal dunia.

Pemakaman Manusia Bertubuh Besar

Datu Suban dan murid-muridnya kebingungan untuk memakamkan si manusia bertubuh besar, karena pada saat itu sedang terjadi musim kemarau hingga tidak ada air dan kesulitan untuk memandikan mayat. Tapi karomah kemudian terjadi, saat itu langsung hujan dan Datu Suban pun berhasil memandikan mayat.

Tapi kemudian karena tubuh yang besar tersebut membuat Datu Suban dan murid-muridnya ragu bagaimana cara mengangkat si mayat untuk dikuburkan, karomah kedua pun terjadi, dimana mayat yang bertubuh besar itu menjadi ringan seberat kapas dan dapat dimakamkan dengan mudah.IMG 20181226 WA0041

Makam Datu Nuraya sendiri sempat tidak diketahui keberadaannya oleh masyarakat setempat, namun karena sering terlihat cahaya muncul dari tempat makam ini pada malam hari, sehingga dicarilah asal cahaya tersebut oleh masyarakat setempat dan ditemukanlah dua buah batu berjarak sekitar 45 meter yang menghadap kiblat seperti makam pada umumnya.

Dari kisah yang diketahui masyarakat setempat tentang legenda Datu Nuraya, akhirnya dikeramatkanlah daerah penemuan makam tersebut.

Akses ke Makam Datu Nuraya

Untuk dapat mengakses makam Wali Allah yang langka ini cukup mudah, hanya berjarak 66 Km dari Kota Banjarbaru ke arah Rantau mengikuti jalan A. Yani, kemudian di sebelah kanan jalan ada papan penanda makam.

Dengan mengikuti jalan beraspal yang cukup mulus selebar 3 meter dari papan penanda makam sepanjang 3 km setelah melewati beberapa jalur tambang batubara, maka penziarah akan tiba di makam yang berada di tengah-tengah perkebunan karet milik masyarakat.

Menurut Syarifuddin (38) dan Abdul Majid (45) yang menjadi pengurus dan penjaga makam ini secara turun temurun menjelaskan pada jurnalis Teras7.com pada selasa siang (25/12) kenapa manusia bertubuh besar yang makamnya sekarang ada di Desa Tatakan, Tapin ini dinamakan Datu Nuraya.

IMG 20181226 WA0027

“Tak ada yang tahu nama asli beliau, ada yang menyebutkan nama beliau Syekh Abdul Mu’in, Syekh Abdul Jabbar atau Syekh Abdur Ra’uf, juga tak ada yang tahu asal beliau. Tapi beliau dinamakan sebagai Datu Nuraya karena datang dan meniggalnya beliau ini hari raya, saat beliau dimandikan, ditemukan kitab yang dinamakan kitab Barencong yang konon katanya suatu hari nanti diwariskan ke Datu Sanggul dan dibagi 2 oleh Datu Sanggul dan Datu Kelampaian,” tuturnya.

Soal panjangnya tubuh beliau, Syarifuddin melanjutkan, tergantung keyakinan masing-masing, karena Datu Nuraya ini lebih panjang dari pada nabi Adam yang tingginya 30 meter.

“Kami tidak tahu makamnya yang panjang atau memang tubuh beliau yang panjang,” tambahnya.

Penziarah dari Malaysia

Pengurus makam ini sendiri mengatakan bahwa makam ini cukup padat didatangi penziarah pada hari-hari libur oleh pengunjung yang datang dari berbagai tempat, bahkan ada yang datang dari luar negeri seperti Malaysia.

“Di sini penziarah selain berziarah juga boleh melakukan selamatan,” ujarnya.

Ada berbagai fasilitas di makam ini seperti musholla, pendopo, wc, tangga, bahkan toko yang menjual cinderamata.

“Fasilitas yang ada disini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tapin dan sebagian berasal pula dari sumbangan pengusaha tambang batubara setempat. Dulu akses jalan ke sini susah, karena belum ada jalan aspal. Kalau sekarang ada dibangun sejak tahun 2000-an mulai dibina pemerintah secara bertahap,” jelasnya.

Salah satu Penziarah, H. Zainuddin asal Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut ini yang datang bersama dengan keluarganya datang untuk berjiarah karena karena mengetahui katomah Datu Nuraya.

IMG 20181226 WA0028
“Makam seperti datu panjang ini sangat langka, karena sangat panjang. Walaupun kami kurang mengetahui sejarahnya, tapi kami tahu dengan karamah makam ini,” ujarnya.

H. Zainuddin juga mengatakan hampir setiap tahun menyempatkan waktu untuk berziarah ke makam Datu Nuraya dan juga makan Wali Allah yang ada disekitarnya.

“Jadi kalau bisa pemerintah memperlebar akses jalan, karena masih terlalu sempit bagi mobil, kalau berpapasan musti bergantian, apalagi mulai dari datu sanggul masih terasa agak sempit,” harap salah satu penziarah ini.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love3
Cry0
Sad1
Happy0
Angry0
Surprise1
3 Reviews 3 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45

You Might Also Like

Yayasan Abdul Aziz Halaby Tebar Keberkahan Idul Adha, 300 Ekor Sapi Kurban Disalurkan untuk Warga Banjarbaru

Balangan Bersholawat Siap Digelar, Hadirkan Ulama Nasional di Harjad ke-23

Tabligh Akbar HUT ke-27, Ustadz Hanan Attaki Doakan Banjarbaru Jadi Kota Teladan

Haul ke-220 Datu Kalampayan Dipadati Ribuan Jemaah Dari Berbagai Daerah

Gubernur Kalsel Muhidin: Idul Fitri Jadi Waktu Perbaiki Diri Usai Ramadan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?