TERAS7.COM – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Tabalong menggelar aksi damai di Halaman Pendopo Bersinar, Kamis (1/5/2025) pagi.
Pada kesempatan itu, FSP KEP Tabalong menyuarakan 13 tuntutan yang berkaitan dengan perlindungan buruh dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Aksi ini turut dihadiri unsur Forkopimda Tabalong.
Ketua FSP KEP Tabalong, Syahrul, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan Forkopimda bisa ikut membantu menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi buruh. Salah satunya terkait larangan bekerja di PT Adaro selama lima tahun bagi pekerja yang mendapat sanksi permit lubang 6.
“Masalah ini sudah sering kami suarakan. Kami berharap melalui dukungan Forkopimda, aturan itu bisa dirumuskan ulang, misalnya masa larangan dikurangi menjadi dua tahun,” ujarnya.
Adapun 13 tuntutan yang disampaikan FSP KEP Tabalong adalah sebagai berikut:
- Menolak efisiensi anggaran untuk sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan pertanian.
- Meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan di Kabupaten Tabalong.
- Menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, khususnya sebagai dampak kebijakan tarif AS.
- Membentuk undang-undang perburuhan yang baru dengan melibatkan pekerja dalam proses penyusunannya.
- Menjamin pembayaran upah layak bagi seluruh buruh.
- Mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
- Menghapus sistem kerja outsourcing.
- Melawan korupsi dan mengesahkan undang-undang perampasan aset.
- Menetapkan Pajak Penghasilan (PPh) 21 sebagai tanggungan penuh pihak pemberi kerja.
- Mewajibkan PT Adaro mengakui 1 Mei sebagai hari libur nasional sesuai ketetapan pemerintah.
- Menghapus larangan bekerja di PT Adaro selama lima tahun bagi pekerja yang terkena sanksi permit lubang 6.
- Mengurangi pemeriksaan operator terkait penggunaan ponsel dan memperbanyak inspeksi terhadap kelayakan Alat Pelindung Diri (APD), terutama sepatu.
- Mereformasi sistem pengelolaan, distribusi, dan penyediaan sepatu safety agar kerusakan APD bisa segera ditangani dan diganti.