Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mengenal Teknik Budikdamber, Ini Caranya!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mengenal Teknik Budikdamber, Ini Caranya!

Rizki Saputera
Rizki Saputera 12 Januari 2021, 15.20
Share
WhatsApp Image 2021 01 12 at 11.45.26
Teknik Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) mulai dipromosikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
SHARE

TERAS7.COM – Ikan merupakan salah satu bahan konsumsi sumber protein hewani yang bergizi dan dapat meningkatkan imun tubuh, serta cukup terjangkau bagi masyarakat.

Kini untuk memelihara ikan sebagai bahan konsumsi tak memerlukan modal yang besar dan lahan yang luas, dengan lahan terbatas dan skala rumah tangga pun bisa.

Salah satunya adalah dengan Teknik Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) yang belakangan gencar dipromosikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar, Muhammad Syahid saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (11/1) mengungkapkan Teknik Budikdamber ini merupakan teknik budidaya yang mengkombinasikan budidaya ikan dan sayur dalam satu ember.

“Ikan yang dibudidayakan dalam Teknik Budikdamber ini adalah ikan lokal seperti lele yang lebih tahan dengan kondisi oksigen yang rendah. Ikan lain juga bisa digunakan seperti nila dan papuyu, namun untuk nila harus ada gelembung oksigen ke air dari aerator, kalau tidak ada bisa riskan mati,” ungkapnya.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Yanti Fauzi Pimpin GOW Balangan Turun ke Sekolah, Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ikan sungai air tawar lain seperti haruan atau ikan gabus pun berpotensi dibudidayakan dengan Teknik Budikdamber, namun riskan akan kanibalisme.

WhatsApp Image 2021 01 12 at 11.45.05
Muhammad Syahid – Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar.

Sementara untuk sayuran yang ditanam di Teknik budidaya ini diantaranya adalah kangkung, sawi dan bayam, memanfaatkan air tempat budidaya ikan yang penuh nutrisi.

Di Kabupaten Banjar lanjut Muhammad Syahid, Dinas Perikanan telah menerapkan teknik budidaya ini saat pelatihan warga binaan di Lapas dan pada Desa Tangguh Banua saat penilaian Kampung Tangguh Covid-19 yang dilaksanakan Kepolisian.

“Tapi secara garis besar, Teknik Budikdamber ini skalanya rumah tangga dengan tujuan ketahanan pangan yang dapat dipanen sendiri. Untuk kegiatan komersil, perlu puluhan ember kolam, lebih irit menggunakan terpal atau kolam,” katanya.

Untuk belajar teknik budidaya ini, masyarakat bisa secara mandiri menggunakan sumber dari media sosial seperti Youtube, dan biaya pembuatan perember sendiri cukup terjangkau, yakni sekitar 250 ribu rupiah perunit, sudah termasuk ember 80 liter, benih ikan dan benih sayur.

WhatsApp Image 2021 01 12 at 11.45.42
Proses pembuatan wadah polikultur.

“Jadi perlu kesabaran untuk melakukan budidaya seperti ini, karena skalanya rumah tangga, jadi jangan pesimis karena kelihatannya tak berhasil. Teknik ini sendiri bisa dimodifikasi, misalnya ember 80 liter diganti dengan drum 200 liter,” sebut Muhammad Syahid.

Untuk melakukan budidaya ini, diperlukan bahan-bahan yaitu ember 80 liter sebagai wadah budidaya ikan, arang batok kelapa sebagai media tanam sayur, gelas plastik sebagai media tanam sayur, kawat, tang dan solder. Tak lupa juga bibit ikan lele dan bibit kangkong.

Pertama-tama gelas plastik sebanyak 10-15 buah di lubangi dengan solder sebagai lubang pengait kawat untuk pegangan gelas di ember, kemudian masukkan bibit kangkung dan arang batok kelapa sebanyak setengah gelas plastik.

Kemudian isi ember dengan air bersih sebanyak 60 liter, diamkan selama 1-2 hari lalu masukkan ikan lele dengan ukuran 5-10 cm sebanyak 60-100 ekor dan biarkan selama 1-2 hari.

Setelah itu taruh gelas plastik berisi bibit kangsung di sekeliling ember yang ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari maksimal.

WhatsApp Image 2021 01 12 at 11.45.26 1
Teknik Budikdamber dengan bibit kangsung dalam gelas plastik ditempatkan di sekeliling ember.

Dalam waktu 3 hari, kangkung yang ditanam akan mulai tumbuh, jika ada kutu di daun, maka segera buang daun atau batang karena kangkung akan kriting dan mati.

Ikan lele harus diberikan pakan sesuai ukuran sebanyak 2-3 kali dengan waktu yang tetap, jika air berubah menjadi hijau dan berbau busuk serta nafsu makan ikan menurun ditandai dengan kepala ikan menggantung diatas, segera ganti air dan penggantian air ini sendiri dilakukan 10-14 hari sekali.

Sayur kangkung sendiri dapat dipanen 14-21 hari pertama sejak tanam, dimana panen dilakukan dengan memotong kangkung dan menyisakan bawah tunas kangkung untuk pertumbuhan kembali.

Panen sayur kangkung selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali dan bisa bertahan hingga 4 bulan.

Sementara itu untuk panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan dengan menguras ember, apabila bibit bagus dan pakan baik, dimana tingkat bertahan hidup ikan antara 40-100 persen.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Yanti Fauzi Pimpin GOW Balangan Turun ke Sekolah, Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Produksi 10 Ton Perhari, ULM Ubah Sampah Plastik Residu Jadi Eco Wood

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?