TERAS7.COM – Kabupaten Banjar mengalami minimnya siswa sekolah yang terjadi di itengah-tengah pusat pemerintahan di Martapura tepatnya di Desa Murung Kenanga, dan Tunggul Irang.
Hal ini pun menjadi sorotan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi. Senin (17/07/2023).
Menurut Rofiqi, di Desa Murung Kenangan dan Tunggul Irang, termasuk daerah padat di Kecamatan Martapura, sehingga aneh jika terjadi minimnya siswa bersekolah.
Terlebih, adanya sistem zonasi menurut Rofiqi seharusnya bisa memicu anak-anak setempat bersekolah di dua desa tersebut.
Jika pemerintah daerah enggah bersikap, ia menyarankan agar sekolah di lokasi tersebut dibubarkan, dan dialihkan menjadi pusat penanaman cabai.
“Apa gunanya sistem zonasi, daerah Murung Kenanga dan Tunggul Irang Ulu itu daerah padat, masa siswanya tidak ada itu kan aneh, mendingan bubarkan saja sekolahnya dijadikan pusat penanaman cabai untuk menekan inflasi,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah harusnya serius untuk menangani pendidikan di Kabupaten Banjar, khususnya fasilitas sekolah yakni gedung sekolah juga harus dipikirkan.

“Kemana alokasi dana BOS, kalau memang sudah tidak mampu untuk mengurus sekolah negeri tutup saja yang tidak diminati,” tambahnya.
Hal ini juga ditanggapi oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Syahrin mengatakan sistem zonasi tidak fair.
Apalagi kata Syahrin, yang terjadi saat ini bukan sistem zonasi tapi donasi.
“Setahun sebelumnya para orang tua wali sudah membuat Kartu Keluarga (KK) agar anak mereka masuk ke sekolah favorit, selain itu siapa yang mampu bayar tinggi akan masuk sekolah favorit,” urainya.
Untuk pemerintah katanya, harus mengkaji ulang sistem zonasi sekolah, sebab orang tua memilih sekolah anaknya disekolahan bonafid daripada dekat lingkungannya.
“Sistem zonasi harus dieveluasi, sebab kasihan sekolah pinggiran,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala SDN Murung Kenanga Romjiah mengatakan pada tahun ini sekolah tersebut hanya mendapatkan tiga murid baru.
“Tahun ajaran ini sekolah kami hanya mendapat tiga orang murid. Padahal kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya. Selasa (18/07/2023).
Romjiah juga mengaku pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan sekolah yang dipimpinnya, tak hanya memasang spanduk dan membagikan brosur, pihaknya juga memberikan seragam gratis bagi pendaftar di SDN Murung Kenanga.

“Kami sudah berusaha memberikan gratis seragam, namun, hal ini tak memberikan dampak yang signifikan,” ucapnya.
Hal senada dialami SDN Tunggul Irang Ulu yang beralamat di Jalan Melati, RT. 03 RW. 02, Desa Tunggul Irang Ulu, sekolah yang berada di Kecamatan Martapura Kota tahun ajaran baru ini pihak sekolah hanya mendapat lima orang murid.
“Hanya lima orang murid baru yang masuk hari ini empat orang, berharap kedepan semua siswa masuk,” pungkas Kepala Sekolah SDN Tunggul Irang Ulu, Heriyadi.