Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Orang Tua Keluhkan Belajar Dari Rumah
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Orang Tua Keluhkan Belajar Dari Rumah

Rizki Saputera
Rizki Saputera 30 Juli 2020, 20.39
Share
IMG 20200731 WA0007
SHARE

TERAS7.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memaksa sekolah ditutup hingga sekarang, akibatnya proses belajar mengajar mesti dilakukan dari rumah memanfaatkan teknologi internet.

Dalam pelaksanaannya orang tua harus mendampingi anak, sementara guru harus menyiapkan dan memberikan materi pelajaran secara online.

Setelah beberapa bulan terlaksana, kini sebagian orang tua berharap anaknya bisa kembali bersekolah dengan beragam alasan walaupun masih ditengah pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Ahmad Irsyadi (43) yang menurutkan sejak pembelajaran daring diberlakukan, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan memanfaatkan aplikasi whatsapp (WA).

“Hal ini membuat keterbatasan dalam penjelasan materi juga terkendala pendampingan orang tua karena harus bekerja,” kata pria yang dua orang anaknya kini bersekolah di kelas 2 SD dan kelas 3 SMP.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Begitu juga yang disampaikan oleh Nurul Jannah yang mengaku harus selalu mendampingi anak saat belajar, apalagi saat ini baru kelas 2 SD.

“Dengan mendampingi anak belajar, akhirnya pekerjaan di rumah jadi terbengkalai” keluhnya.

Hal ini ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Maidi Armansyah yang memahami kesulitan orang tua selama dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh, baik untuk mendampingi siswa belajar maupun masalah quota bagi yang belajar online.

“Namun untuk saat ini kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah terutama siswa lebih diutamakan sehingga kita masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Permintaan orang tua tetap menjadi masukan bagi disdik, namun harus diimbangi dengan kesiapan saat Pendidikan,” ujarnya

Ada 4 syarat sebelum diperbolehkannya pembelajaran tatap muka di sekolah, yaitu berada di zona hijau, ada izin dari pemerintah daerah, memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, dan izin dari orang tua siswa.

Maidi menjelaskan saat ini kabupaten Banjar masih berada di zona merah penularan Covid 19, sehingga masih belum diizinkan untuk belajar bertatap muka sesuai SE Disdik no.065/1151/Disdik/2020 tanggal 10 Juli 2020 dan edaran gubernur nomor 420/1229-SET/DIKBUD tanggal 15 Juli 2020, dimana pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan paling cepat awal semester genap TA 2020/2021 dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut diatas.

“Adapun persiapan untuk belajar mengajar di fase new normal yang sekarang diganti istilahnya dengan Adaptasi Kebiasaan Baru yaitu harus membentuk pos pendidikan yang bertugas sebagai sekretariat penanganan darurat Covid-19 di bidang pendidikan, kemudian mempersiapkan sekolah untuk menyambut sekolah dengan adaptasi kebiasaan baru dengan mengatur sistem pembelajaran, tata ruang, sarpras untuk kesehatan, kebersihan dan keamanan serta hubungan masyarakat dan membuat kurikulum pembelajaran kedaruratan yang fleksibel. Setiap awal tahun pelajaran seluruh satuan pendidikan melaksanakan penyusunan pembagian tugas mengajar guru sesuai dengan tanggung jawab dan beban kerja minimal (24 jam pelajaran) yang diasumsikan pada standarisasi/rasio rombongan belajar,” jelasnya.

Semua komponen tersebut di atas diinputkan secara resmi ke sistem dapodik sebagai bahan atau data valid kemendikbud untuk sebagai salah satu syarat menerima tunjangan sertifikasi guru.

Setiap guru wajib melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian tugas dengan sistem dan pola kerja WFO dan WFH, karena saat ini guru tidak dapat melaksanakan mengajar secara manual dikarenakan memperhatikan keutamaan kesehatan dan keselamatan bagi peserta didik dan bagi guru sendiri.

“Pengukuran tugas guru di masa pandemi Covid-19 sudah terantisipasi pada sistem dapodik yang memberikan ruang untuk pelaksanaan pembelajaran kedaruratan (didasarkan pada surat kepala daerah) sehingga terkait dengan pemenuhan persyaratan pembayaran tunjangan sertifikasi diberikan ruang khusus,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32
IMG 20260825 WA0002
3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak
29 Agustus 2026, 09.49

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

RIPS 2025–2045 Resmi Dibahas, Kabupaten Banjar Fokus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?