TERAS7.COM – Cabang Olahraga Soft Tennis Kalimantan Timur tengah melakukan evaluasi internal untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, terutama dalam hal regenerasi atlet muda.
Hal ini dilakukan cabor binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim ini untuk meningkatkan prestasi atlet, terutama dalam menghadapi event-event yang akan datang.
Manager Cabor Soft Tennis Kaltim, M. Nhazarudin, menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan melalui Rapat Kerja (Raker) untuk membahas hasil yang didapat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang lalu.
“Kemungkinan besar dalam waktu dekat kami akan mengadakan raker provinsi guna mengevaluasi hasil cabor Soft Tenis Kaltim di PON lalu,” jelas Nhazar dalam wawancara via WhatsApp baru-baru ini.
Nhazar menilai, salah satu masalah utama yang dihadapi Cabor Soft Tennis Kaltim adalah kurangnya regenerasi atlet muda. Untuk itu, pihaknya berupaya menemukan dan mengembangkan bakat-bakat baru yang berpotensi melalui berbagai program dan event.
“Kami tengah berupaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para atlet. Adapun kami akan menyediakan event untuk usia dini dengan tujuan menemukan regenerasi bakat-bakat baru,” ujar Nhazar.
Pada ajang PON XXI yang lalu, Kontingen Kaltim dari Cabor Soft Tennis berhasil meraih tiga medali, yaitu dua medali perak dan satu medali perunggu. Meskipun demikian, pihak Cabor Soft Tennis Kaltim tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan jumlah prestasi atlet-atletnya di event mendatang.
Dengan adanya evaluasi internal dan program-program pengembangan yang terus dilakukan, Cabor Soft Tennis Kaltim berharap dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dan memperbaiki hasil di kompetisi-kompetisi nasional maupun internasional.