TERAS7.COM – Tahun ini, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2019, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berusia 59 Tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka menghibur masyarakatnya, digelar Pameran Pembangunan di kota Marabahan.
“Pameran Pembangunan ini di samping bertujuan memeriahkan dan menyemarakan Hari Jadi ke-59 Batola juga untuk menggerakan sektor ekonomi kerakyatan, memberikan wadah promosi produk unggulan daerah, sarana informasi dan komunikasi serta menumbuhkan semangat bagi UKM dan usaha sejenisnya agar lebih aktif dalam berbagai usaha perekonomian dan kerajinan sehingga mampu menumbuhkan perkembangan ekonomi kreatif,” kata Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, ketika membuka kegiatan pameran tersebut.
Pembukaan yang berlangsung di kawasan Lapangan Sepakbola 5 Desember Marabahan ini dihadiri Wakil Bupati H Rahmadian Noor beserta isteri Hj Saraswati Dwi Putranti, para anggota forkopimda masing-masing beserta, Sekdakab Batola H Supriyono beserta isteri Hj Sri Wahyuningsih, para pimpinan SKPD masing-masing beserta isteri, dan berbagai lapisan masyarakat.
Selain membuka Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran berkenan meninjau stand-stand pameran yang ditampilkan para SKPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, dan intansi lainnya.
Bupati mengatakan, melalui pameran diharapkan para pemangku kepentingan dapat menunjukan hasil-hasil yang telah dikerjakan dengan terus mengalami kemajuan dalam upaya meningkatkan pembangunan di berbagai bidang di seluruh wilayah Batola.
“Pameran pembangunan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemkab atas berbagai program pembangunan yang sudah dicapai dan secara visual bisa dilihat dan saksikan langsung masyarakat pengunjung,” tutur mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu.
Ketua Panitia Pelaksana Pameran Pembangunan Harjad ke-59 Batola, HM Aberar mengatakan, pameran pembangunan tahun ini mengalami peningkatan hampir mencapai 120 persen dibanding tahun 2018.
Aberar, yang juga menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) itu menjelaskan, stand untuk SKPD, BUMN, BUMD, perbankan, dan lembaga lainnya semula ditarget hanya 90 buah namun ternyata pesertanya mencapai 111 buah.
Selain stand SKPD, lanjut dia, juga terdapat 100 stand pedagang UMKM yang menjual makanan dan minuman serta berbagai jenis dagangan lainnya yang pembangunannya difasilitasi dari dana pemda. Jumlah itu, belum termasuk 30 stand untuk pedagang UMKM yang dibangun dari partisipasi masyarakat.
“Jika ditotal jumlah seluruh peserta pameran tahun ini mulai dari SKPD dan dinas/intansi sebanyak 111 buah, UMKM sebanyak 100 buah (dari bangunan pemerintah), ditambah 30 stand bangunan partisipasi masyarakat maka jumlahnya mencapai 241 stand,” katanya.