Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Panen Perdana Papuyu Kolam Bundar di Kabupaten Banjar Tembus 300 Kilogram
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Panen Perdana Papuyu Kolam Bundar di Kabupaten Banjar Tembus 300 Kilogram

Seman
Seman 9 Juni 2026, 08.15
Share
IMG 20260609 WA0000
Kelompok pembudidaya ikan di Jalan Pantai Surung, Desa Lok Baintan Luar, Kabupaten Banjar, melaksanakan panen perdana ikan papuyu hasil budidaya kolam bundar, (Foto:Istimewa)
SHARE

TERAS7.COM – Budidaya ikan papuyu kini tak lagi harus mengandalkan kolam tanah yang luas. Melalui pemanfaatan kolam bundar, masyarakat bahkan dapat mengembangkan ikan khas Kalimantan tersebut hanya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Inovasi tersebut mulai menunjukkan hasil setelah kelompok pembudidaya ikan di Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, melaksanakan panen perdana ikan papuyu dari sistem kolam bundar, Senin (8/6/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari Program Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar untuk memperkuat budidaya ikan lokal bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan kolam bundar menjadi alternatif baru dalam budidaya papuyu yang selama ini identik dengan kolam tanah.

Menurutnya, metode tersebut lebih praktis, efisien, dan dapat diterapkan masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan.

Baca juga :

Jangan Hanya Dijual Segar, Diskan Tanah Bumbu Dorong Ikan Jadi Produk Olahan Bernilai

Gelar Cooking Class, Diskan Tanah Bumbu Kenalkan Olahan Ikan Sehat dan Modern

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

“Budidaya menggunakan kolam bundar memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha perikanan meski hanya memiliki pekarangan rumah yang terbatas. Selain itu, biaya pembuatannya juga relatif terjangkau,” ujarnya.

Selain lebih hemat lahan, sistem kolam bundar dinilai lebih adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap menjadi tantangan bagi pembudidaya ikan.

Pengaturan kualitas dan volume air yang lebih mudah membuat risiko akibat banjir maupun kekeringan dapat diminimalkan dibandingkan kolam konvensional.

“Risiko akibat banjir maupun kekeringan dapat ditekan karena pengaturan air lebih terkendali. Kebutuhan airnya juga tidak sebesar kolam tanah,” jelas Bandi.

Saat ini Program Intan Sikapayu telah berkembang ke sedikitnya 10 desa di Kabupaten Banjar. Pemerintah daerah berharap inovasi tersebut dapat memperluas produksi papuyu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pada panen perdana ini, hasil produksi diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kilogram setelah masa pemeliharaan sekitar tujuh bulan.

“Untuk tahap awal ini hasilnya cukup baik. Proses peralihan dari kolam tanah ke kolam bundar memang memerlukan penyesuaian, baik dari sisi teknis maupun manajemen pemeliharaan,” katanya.

Dukungan terhadap pengembangan budidaya papuyu juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, M. Zaini. Ia mendorong agar sebagian hasil panen dipertahankan sebagai indukan dan sumber benih guna menjamin keberlanjutan program.

Menurutnya, ketersediaan benih mandiri akan memperkuat pengembangan kampung ikan papuyu sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Sebagian hasil panen sebaiknya dipertahankan untuk kebutuhan indukan dan pembenihan. Dengan begitu, program ini bisa terus berkembang dan tidak berhenti hanya pada satu kali panen,” ujarnya.

Sementara itu, pembudidaya ikan papuyu, Aidi Rahman, mengaku sempat menghadapi tantangan akibat cuaca yang tidak menentu selama masa pemeliharaan. Namun berkat pendampingan dari DKPP Kabupaten Banjar, kendala tersebut dapat diatasi.

“Cuaca yang tidak menentu sempat menjadi kendala. Ada ikan yang terserang penyakit, tetapi berkat bantuan dan pendampingan dari dinas, penanganannya bisa dilakukan dengan baik,” tuturnya.

Keuntungan dari panen perdana tersebut rencananya akan kembali diputar untuk memperbesar usaha budidaya melalui penambahan benih dan peningkatan sarana produksi.

“Rencananya hasil panen ini akan kami putar lagi untuk pengembangan usaha dan penambahan bibit agar produksi ke depan bisa lebih meningkat,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34

You Might Also Like

Jangan Hanya Dijual Segar, Diskan Tanah Bumbu Dorong Ikan Jadi Produk Olahan Bernilai

Gelar Cooking Class, Diskan Tanah Bumbu Kenalkan Olahan Ikan Sehat dan Modern

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

Mahasiswa FKIK ULM Berinovasi Olahan Ikan Papuyu di Karang Intan

Ikan Mirip Louhan Muncul di Waduk Riam Kanan, DKPP Kabupaten Banjar Lakukan Pemantauan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?