Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pelajaran Sejarah Tak Lagi Diwajibkan? Ini Tanggapan Pemuda Kabupaten Banjar-Banjarbaru
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pelajaran Sejarah Tak Lagi Diwajibkan? Ini Tanggapan Pemuda Kabupaten Banjar-Banjarbaru

Rizki Saputera
Rizki Saputera 21 September 2020, 16.46
Share
WhatsApp Image 2020 09 21 at 15.21.20
Nadiem Makarim, Mendikbud RI.
SHARE

TERAS7.COM – Dunia sosial sempat dihebohkan dengan rencana penyederhanaan kurikulum Pendidikan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Namun yang menjadi polemik dalam rencana penyederhanaan kurikulum Pendidikan ini adalah rencana untuk menjadikan mata pelajaran sejarah menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah, bukan menjadi mata pelajaran wajib, bahkan ada kabar bahwa mata pelajaran ini dihapuskan.

Hal ini tentu saja memantik tanggapan dari masyarakat, terutama dari guru sejarah dan kalangan muda.

Seperti Muhammad Nashir, Guru Sejarah MA Hidayatullah Martapura saat dimintai keterangan via Whatsapp pada Sabtu (19/) menyayangkan rencana tersebut jika direalisasikan.

WhatsApp Image 2020 09 21 at 15.19.54
Guru Sejarah MA Hidayatullah Martapura, M. Nashir.

“Kita menyayangkan jika memang rencana tersebut akan direalisasikan, karena kita tahu sejarah memiliki fungsi dan kegunaan edukatif untuk dipelajari makna dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Selain itu ada pula fungsi dan kegunaaan sebagai inspiratif, rekreatif, instruktif dan lain-lain. Maka kedudukan mata pelajaran sejarah khususnya sejarah indonesia hendaknya diperkuat dengan tetap menjadikan mata pelajaran wajib,” ungkapnya.

Baca juga :

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

HUT Kemerdekaan RI ke-81 Penuh Keceriaan! MIN 23 HST Gelar Lomba Bagi Orang Tua dan Guru

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Namun Nashir mengungkapkan saat ini ia tidak dalam posisi mendukung atau bahkan menolak rencana tersebut.

“Karena kita tentu paham bahwa ketika pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan tentunya pada pembahasan sebelumnya sudah melibatkan banyak ahli di bidangnya,” sampainya.

Nashir menampahkan bahwa ia tidak bisa menampik pula terbukanya informasi di masa sekarang memudahkan siswa untuk mencari informasi mengenai sejarah secara mandiri tanpa harus belajar di sekolah.

“Tapi kita harus sadar pula siswa tentunya nanti akan kesulitan memahami informasi yang ada. Maka dari itu, di sini pentingnya guru sejarah sebagai fasilitator,” ucap salah satu tokoh muda di Kabupaten Banjar ini.

Demikian pula Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), M. Rasyad mengungkapkan jika ada rencana pelajaran sejarah tidak diwajibkan, hal tersebut adalah tindakan keliru.

WhatsApp Image 2020 09 21 at 15.20.17
Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), M. Rasyad.

“Jika benar mata pelajaran sejarah tidak lagi diwajibkan, itu adalah hal yang keliru. Karena kita ketahui sejarah sangat penting agar kita tahu sejarah negeri kita dan bisa mengenang pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.

Rasyad menambahkan selama ini mata pelajaran sejarah diwajibkan bagi seluruh siswa di Indonesia, tidak hanya bagi peminatan ilmu pengetahuan sosial saja karena posisinya sangat penting.

“Maka dari itu saya tidak setuju mata pelajaran sejarah tidak diwajibkan. Karena apa yang diwajibkan saja banyak yang kita lupa apalagi tidak diwajibkan. Bisa-bisa generasi mendatang bisa melupakan sejarah,” terangnya.

Demikian pula dengan tokoh muda Kabupaten Banjar, Mahrani Ahmad yang mengatakan pelajaran sejarah sangat penting, terlebih sejarah mengenai berdirinya bangsa ini.

WhatsApp Image 2020 09 21 at 15.20.36
Tokoh muda Kabupaten Banjar, Mahrani Ahmad.

“Selama ini pelajaran sejarah sangat penting, terlebih sejarah mengenai berdirinya bangsa ini dan menjadi mata pelajaran wajib bagi para siswa tingkat menengah maupun tingkat atas. Pengetahuan sejarah merupakan pelajaran dari sebuah perjuangan panjang yang memberikan banyak pelajaran bagi para penerus (generasi) bangsa ini,” bebernya.

Karena itu menurut Mahrani Ahmad, pengetahuan sejarah sebagai mata pelajaran wajib sangat perlu untuk tetap dipertahankan sehingga dapat terus dipelajari oleh generasi muda bangsa ini.

Rencana tersebut juga mendapatkan tanggapan dari Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lambung Mangkuran (ULM) Banjarbaru, Awal Ginanjar.

Kepada Teras7.com, Awal Ginanjar mengatakan pihaknya sangat menolak jika rencana agar pelajaran sejarah tak diwajibkan tersebut direalisasikan

“Saya sangat menolak kalau mata pelajaran sejarah tidak diwajibkan. Karena sejarah memperkuat nasionalisme seseorang, Walau mungkin persentasenya kecil, tapi melihat kondisi saat ini dimana terjadi krisis kebangsaan, mata pelajaran sejarah harus diprioritaskan,” harapnya.

Setelah menjadi polemik selama beberapa hari, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makariem pada Minggu (20/9) angkat bicara mengenai hal ini melalui akun Instagram resmi Kemendikbud RI.

Nadiem Makariem menyatakan dirinya terkejut atas informasi yang menyebutkan pihaknya berencana akan menghapuskan mata pelajaran sejarah.

WhatsApp Image 2020 09 21 at 15.21.00
Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lambung Mangkuran (ULM) Banjarbaru, Awal Ginanjar.

“Kami tak ada sama sekali punya kebijakan untuk menghapuskan mata pelajaran sejarah. Isu ini berkembang setelah persentasi internal kami keluar, dimana hal itu menjadi salah satu permutasi dari puluhan versi yang berbeda dan masih melalui uji publik untuk diperdebatkan, jadi belum tentu final. Penyederhanaan kurikulum ini juga tak akan dilaksanakan pada 2021 ini,” bebernya.

Pendiri salah satu bisnis Startup Digital besar di Indonesia ini juga mengklarifikasi mengenai komitmennya mengenai pendidikan sejarah di Indonesia yang sempat dipertanyakan.

“Sebenarnya kami ingin agar pendidikan sejarah menjadi relevan dan menarik. Kakek saya sendiri adalah tokoh kemerdekaan, sementara ayah dan ibu saya aktivis sosial pembela hak asasi masyarakat. Saya tak tahu bagaimana anak-anak saya ke depan darimana mereka datang,” jelasnya.

Nadiem Makariem menambahkan pihaknya ingin membuat mata pelajaran sejarah menjadi lebih relevan dan menarik bagi generasi muda dengan penggunaan media.

“Kita ingin mata pelajaran itu bisa menginspirasi karena sejarah adalah tulang punggung sejarah sebagai identitas nasional yang tak mungkin dihilangkan,” ucapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

HUT Kemerdekaan RI ke-81 Penuh Keceriaan! MIN 23 HST Gelar Lomba Bagi Orang Tua dan Guru

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?