TERAS7.COM – Bijak Bermedia, Kritis di Era Milenial, menjadi tema dari pelatihan jurnalistik bagi para pelajar SLTA atau sederajat khususnya dilingkup Kecamatan Tanjung, Murung Pudak dan Tanta.
Pelatihan jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tabalong yang dilaksanakan di Aula Balai Wartawan Tanjung ini, untuk mengenalkan dasar-dasar pembuatan sebuah berita yang baik dan benar pada pelajar.
“Nanti para pelajar bisa mengaplikasikannya pada pembuatan Majalah dinding (Mading) atau website sekolah misalnya,” terang Ketua PWI Kabupaten Tabalong Sabirin HA Syukran Nafis.
Disamping itu, lanjutnya, para peserta yang merupakan generasi Milineal Tabalong ini bisa bijak dalam menshare berita.
“Terutama gunakan smart phone secara bijak, jangan ikut-ikutan share berita yang sumbernya tidak terpercaya,” ujarnya.
Terkait pelatihan ini, Sabirin menyebutkan, juga memberi informasi terkait bagaimana membedakan berita sebagai produk jurnalistik dan mana yang bukan.
“Harus pandai memilah berita, yang mana berita dari produk jurnalistik yang mana yang bukan atau berita hoaks,” imbuhnya.
Tak lupa Sabirin juga mengucapkan terima kasih pada pihak sekolah yang telah mengirimkan para pelajarnya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar PWI Tabalong.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Tabalong, Pebriadin Hafiz, menyampaikan, kepada para milineal Tabalong salah satu trik untuk menentukan apakah sebuah berita merupakan produk jurnalistik atau bukan.
“Cari informasi sejenis dari beberapa media yang sudah dikenal dan lakukan kumparasi, bisa juga untuk berita di media online misalnya, kalau berita yang bermuatan hoaks link berita yang dibagikan biasanya tidak jelas, ada kesan malah sumbernya disembunyikan,” sampainya.
Ia juga mengingatkan dampak dari meluasnya kabar hoaks yang dlam skala luas dan masif bahkan bisa membuat antar negara berperang.
“Bagi pelaku penyebar konten hoaks juga bisa dikenakan pasal atau UU ITE. Karena itu bijaklah dalam bermedia sosial. Dulu ada istilah mulut mu harimau mu, sekarang jari mu harimau mu,” tandasnya.