TERAS7.COM – Usai pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Banjar tahun 2019 oleh Bupati Banjar, H. Khalillurrahman pada kamis pagi (4/4) di Hortensia Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru, pemaparan dan dialog serta diskusi menjadi acara lanjutan pembukaan musrenbang ini.
Dialog dan diskusi ini dipandu langsung oleh Badan Perencanaan, Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar, Galuh Tantri Narindra sebagai moderator.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Nasrun Syah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar Saidan Fahmi dan Kabid Ekonomi Bappeda Kalsel Ariadi Noor memberikan pemaparan dalam dialog dan diskusi.
Nasrun Syah yang mendapatkan kesempatan pertama memberikan pemaparan mengenai strategi dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Banjar tahun 2020.
Nasrun Syah menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi strategi dalam pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Banjar, baik untuk pendapatan daerah maupun belanja daerah.

“Pendapatan daerah harus kita tingkatkan, strategi yang kita lakukan adalah peningkatan kapasitas kelembagaan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan public serta peningkatan koordinasi vertikal dan peningkatan penerimaan dari dana bagi hasil pengelolaan sumber daya alam,” ujarnya.
Yang dilakukan oleh Kabupaten Banjar diantaranya adalah penataan sistem prosedur pemungutan, pencatatan dan pengelolaan pajak dan retribusi daerah serta pengoptimalan potensi daerah melalui investasi.
“Sedangkan untuk belanja daerah kita efisienkan dengan penganggaran berbasis kinerja yang disinergikan dengan berbagai dokumen perencanaan dan berbasis urgensi kebutuhan daerah dalam rangka mencapai visi dan misi Kabupaten Banjar,” katanya.
Nasrun Syah juga memaparkan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2018 sebesar 1,66 triliun rupiah dengan defisit 116 miliar dan perkiraan penurunan defisit pada APBD tahun 2019 menjadi 64 miliar dari total APBD sebesar 1,96 triliun dengan strategi pengelolaan keuangan yang sedang dilakukan.

Saidan Fahmi yang mendapatkan kesempatan kedua menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Banjar berdasarkan hasil reses mereka mengunjungi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar ini menyampaikan keinginan masyarakat selama reses anggota DPRD yang menjadi prioritas pembangunan yang harus dilakukan pemerintah daerah.
“Diantaranya masyarakat menginginkan pengaspalan jalan-jalan poros di berbagai daerah dan pembangunan jembatan beton di Sungai Lulut yang berada di perbatasan Kabupaten Banjar dengan Kota Banjarmasin yang sekarang keadaannya memprihatinkan,” ucapnya.
Saidan Fahmi juga berharap target pemerintah belum tercapai agar dapat secepatnya dilaksanakan sekarang dan bisa diakomodir pada pembahasan tahun ini sehingga target visi dan misi Bupati Banjar 2016-2021 bisa tercapai.
Terakhir, Kabid Bidang Ekonomi Bappeda Kalsel menyampaikan paparan mengenai arah kebijakan pembangunan Kalsel tahun 2020.
Hal yang menjadi prioritas bagi Kalsel ungkap Ariadi Noor adalah menggeser sektor tambang ke sektor lain seperti ketahanan pangan dan pariwisata serta perdagangan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa prioritas, yaitu peningkatan kualitas SDM, peningkatan daya saing ekonomi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan sarana dan prasarana yang berkualitas. Kami harap prioritas Kabupaten Banjar sejalan dengan prioritas Kalsel,” jelasnya.
Usai pemaparan 3 orang narasumber ini, para peserta yang terdiri dari aparatur pemerintahan, organisasi masyarakat dan lain-lain juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya serta memberikan masukan pada pemangku kebijakan dalam perencanaan Penyusunan Rencana Kerja Daerah (RKPD) tahun 2020.
Diantaranya masukan dari masyarakat mengenai eksplorasi potensi daerah seperti pengembangan pariwisata religi dengan pembangunan pusat informasi dan pelatihan pemandu (guide) serta proteksi kerajinan tangan khas masyarakat Banjar yang dapat menjadi potensi pendapatan daerah.
Musrenbang Kabupaten Banjar nantinya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Trilateral Desk di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Banjar, Martapura pada tanggal 8 sampai 10 April 2019 dengan fokus pembahasan bidang ekonomi, bidang fisik dan prasarana serta bidang sosial dan budaya mengundang perangkat daerah dan stakeholder terkait.