Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pembatasan Jam Malam di Banjarbaru, Masyarakat : Memangnya Siang Tidak Ada Covid-19 ?
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pembatasan Jam Malam di Banjarbaru, Masyarakat : Memangnya Siang Tidak Ada Covid-19 ?

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 2 Juli 2021, 12.25
Share
Untitled 5
Salah satu kondisi disalah satu rumah makan di Banjarbaru di siang hari
SHARE

TERAS7.COM – Dalam penerapan PPKM Mikro di Kota Banjarbaru, disebutkan bahwa seluruh tempat hiburan, cafe, tempat makan dan perbelanjaan, maupun fasilitas publik, hanya diperbolehkan buka sampai pukul 21.00 WITA.

Selain demi mengendalikan angka kasus baru Covid-19. Pembatasan jam malam ini juga dilakukan agar mempersempit ruang lingkup kerumunan yang berpotensi terjadi di sejumlah tempat-tempat yang disebutkan tadi.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan di masyarakat, bahkan ada terlontar pertanyaan dari masyarakat, apakah Covid-19 mengganas di malam hari, dan menciut di siang hari.

“Memangnya kalau siang Covid-19 ini tidak ada ya, sehingga malam dibatasi, sementara siang warung makan dan cafe buka bebas saja, bahkan saat siang itulah banyak orang,” ujar salah seorang masyarakat, Lana.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menyatakan bahwa yang namanya virus tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam. Jadi, virus bisa saja menyerang kapanpun.

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tutup Kuliner Ramadan Baiman 1447 H di Kawasan Bawah Jembatan Barito

Dukungan Penuh! Hasnuryadi Janji Perbanyak Sekolah Rakyat di Kalsel

“Secara umum, yang namanya virus tidak mengenal waktu, kapan saja bisa terpapar,” ujarnya.

1691 scaled
Dengan pembatasan jam buka diakui pengusaha cafe membuat pendapatan mereka menurun

Terkait dasar hukum apa yang dipakai sehingga diterapkan jam malam ini. Dikatakan Rizana, bahwa pihak yang mengatur penerapan PPKM Mikro ini adalah kewenangan Bagian Hukum Setdako Banjarbaru.

Sehingga, bukan ranah pihaknya untuk menyebutkan dasar hukum apa yang dipakai dalam penerapan tersebut. “Yang saya tahu dasar hukumnya dari perintah presiden dan gubernur, namun untuk lebih detailnya bisa ke bagian hukum,” ungkapnya.

Menurut pendapatnya pribadi, kemungkinan besar diterapkannya pembatasan jam operasional di malam hari. Karena, kebanyakan masyarakat itu tidak beraktifitas di malam hari. Sehingga bisa berkumpul di kafe atau tempat sejenis lainnya.

Sedangkan di siang hari, masyarakat masing-masing disibukkan dengan aktifitasnya. Sehingga hal itu tidak memungkinkan masyarakat untuk bisa berkumpul dan bersantai ria dalam waktu yang lama.

Di tempat seperti cafe-cafe, ia juga melihat adanya kelonggaran protokol kesehatan yang tidak disadari, seperti tidak menjaga jarak.

“Maaf, tapi kadang cafe dan tempat makan, kalau orang-orang sudah berkumpul, itu susah diatur jaraknya,” terangnya.

Sehingga menurutnya hal tersebutlah yang menjadi acuan pemerintah memasukkan pembatasan jam operasional sejumlah usaha di dalam penerapan PPKM Mikro.

coffee 984328 1920

Lanjutnya, hal ini dilakukan bukan serta merta membatasi pergerakan masyarakat saja. Akan tetapi, untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Untuk keselamatan mereka juga sih, kita juga ingin pandemi ini usai, jadi enak bisa kumpul-kumpul seperti dahulu lagi,” tandasnya.

Inginkan Edukasi dan Pengawasan Daripada Pembatasan

12Next Page
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

BJB05940 1536x1156 1 e1791531180748
Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona
9 Oktober 2026, 15.34
IMG 20261016 WA0041
Empat Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Teridentifikasi, Ini Identitasnya
16 Oktober 2026, 16.42
IMG 20261016 WA0006
Tragedi Balita di Hotel Mesra Samarinda: LPKSM Borneo Kalimantan Desak Audit Keselamatan Fasilitas Publik di Kaltim
16 Oktober 2026, 12.46
230831180410IMG 20230831 WA0030
Kabupaten Banjar Bidik Pengembangan Budidaya Jagung Pakan Seluas 150 Hektare
21 Oktober 2026, 09.21
IMG 20261028 220323
Bantu Warga Hadapi Kemarau dan Karhutla, Habib Sayed Jafar Alaydrus Kerahkan Truk Tangki Air Bersih
3 November 2026, 14.07

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tutup Kuliner Ramadan Baiman 1447 H di Kawasan Bawah Jembatan Barito

Dukungan Penuh! Hasnuryadi Janji Perbanyak Sekolah Rakyat di Kalsel

Baskoro Komitmen Atasi Masalah BPJS Kesehatan dan Infrastruktur di Sungai Salak Banjarbaru

Wahai ASN di Banjarbaru, Sekda Sirajoni Tekankan Profesionalitas Sebagai Garda Pelayanan Publik

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?