TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapin menyalurkan 1.600 paket Ramadan 1447 H/2026 M kepada masyarakat kurang mampu guna membantu pemenuhan kebutuhan pokok selama bulan puasa.
Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, bantuan tersebut difokuskan bagi kelompok rentan seperti fakir miskin, mualaf, penyandang disabilitas, serta pekerja dengan penghasilan tidak tetap.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyaluran paket dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Menurut Yamani, paket sembako tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki di Kabupaten Tapin.
“Pengelolaan dana umat melalui Baznas menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, terutama saat kebutuhan meningkat di bulan Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Tapin Noor Ipansyah mengungkapkan, distribusi bantuan dilakukan secara merata ke seluruh kecamatan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
“Sebanyak 75 paket dialokasikan untuk masing-masing kecamatan, sehingga distribusi bisa lebih merata,” katanya.
Selain itu, Baznas juga menyiapkan paket khusus bagi mualaf di beberapa desa, sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok yang membutuhkan pendampingan sosial dan ekonomi.
Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan mi instan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan.
Ipansyah menambahkan, program ini merupakan bagian dari agenda sosial Baznas dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis zakat.
“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, agar zakat yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Baznas Tapin berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa secara berkelanjutan, sekaligus memperluas partisipasi muzaki dan menjaga akuntabilitas dalam penyaluran bantuan.