TERAS7.COM – Salah satu langgar atau Musala di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur tepatnya di Desa Sungai Limau kondisinya memprihatinkan, dan sama sekali belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah setempat.
Musala Al Ikhlas namanya terpampang tertulis dipapan, kondisi tempat ibadah tersebut memprihatinkan dan tersiar sampai ke telinga salah anggota DPRD Kotabaru dari fraksi Partai PKB Syaiful Rahmadi.
Pada momentum Ramadan pertama kemarin, Rahmadi berkunjung ke Musala yang terletak di Desa Sungai Limau itu. Puluhan kilometer jarak yang mesti ditempuh untuk sampai ke lokasi jika berangkat dari pusat kota.
“Saya berkunjung ke Musala itu, setelah mengetahui bahwa ada kegiatan masyarakat bergotong royong membangun rehab total,” kata Legislator dari komisi III ini, Kamis (23/03/23).
Rahmadi merasa prihatin setelah melihat langsung kondisi tempat ibadah warga desa setempat, dimana kondisinya memang sangat memprihatinkan.
“Saya melihat sendiri, dinding bangunan Musala itu sudah ada yang hancur,” ucap Rahmadi.

Saat ini kata dia masyarakat RT 04, Desa Sungai Limau bergotong royong membangun dengan dana seadanya, dari patungan warga dan ada juga dari sumbangan-sumbangan warga luar.
“Insya Allah akan kita anggarkan nanti di anggaran perubahan dan kita jadikan usulan prioritas. Sementara kita bantu seadanya saja dulu berupa material, agar mereka bisa melaksanakan salat tarawih berjamaah,” ungkapnya.
Kepala Dusun (Kadus) Sungai Limau, Gajali Rahman berterima kasih atas kunjungan anggota DPRD dari Fraksi PKB itu serta atas bantuannya.
Gajali Rahman mengaku selama ini belum ada bantuan dari pemerintah. Dan ia sangat mengharapkan uluran dari pihak manapun.
Ia menambahkan, Musala itu termasuk tertua di Pulau Laut Timur.
“Konon, Musala dibangun sejak zaman penjajahan Jepang,” tandasnya.