TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih melalui program PLN Clean Energy Day. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di lingkungan kerja.
Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap hari Jumat dengan mengajak seluruh pegawai menggunakan moda transportasi tanpa bahan bakar minyak saat berangkat ke kantor. Inisiatif tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi emisi karbon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah sederhana yang berdampak besar.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa program ini memberikan kontribusi positif dalam upaya penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak.
“Meskipun aktivitas kerja tetap berjalan normal tanpa skema kerja dari rumah, inisiatif ini terbukti memberikan dampak signifikan dalam mendukung pengurangan konsumsi bahan bakar minyak,” jelas Iwan.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bentuk kepedulian insan PLN terhadap lingkungan tanpa mengurangi mobilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan, pegawai tetap dapat beraktivitas optimal sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Menurutnya, penerapan Clean Energy Day tidak hanya berlaku di PLN UID Kalselteng, tetapi juga telah diterapkan di seluruh unit PLN di Indonesia. Setiap hari Jumat, kantor PLN tidak menyediakan fasilitas parkir bagi kendaraan berbahan bakar minyak sebagai bentuk komitmen bersama.
“Pegawai didorong menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, sepeda, atau berjalan kaki menuju tempat kerja,” tambahnya.
Program yang mulai diterapkan sejak April 2026 ini juga dilengkapi dengan sistem pencatatan untuk mengukur kontribusi setiap pegawai dalam menekan emisi karbon. Setiap perjalanan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan akan terdata dan dikonversikan dalam jumlah pengurangan emisi.
“Untuk jarak 1 hingga 10 kilometer, penggunaan transportasi ramah lingkungan dapat mengurangi emisi hingga sekitar 1,21 kilogram CO2e. Ini membuktikan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten mampu memberi dampak besar bagi lingkungan,” tutup Iwan.